Pernyataan Resmi Viking Persib Club Soal Penyerangan Bus Persib EPA di Tol Batang

Bus Persib EPA Diserang di Tol Batang, Viking Persib Club Sebut Bukan Rivalitas tapi Kejahatan

Pernyataan Resmi Viking Persib Club Soal Penyerangan Bus Persib EPA di Tol Batang
Pernyataan Resmi Viking Persib Club Soal Penyerangan Bus Persib EPA di Tol Batang

INILAHKORAN.ID — Viking Persib Club (VPC) mengutuk keras aksi penyerangan yang menimpa bus rombongan pemain Persib Elite Pro Academy (EPA) di Rest Area Tol Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Melalui pernyataan sikap resminya yang diunggah di media sosial, salah satu kelompok suporter terbesar Persib Bandung tersebut menegaskan bahwa aksi penyerangan oleh sekelompok oknum suporter tersebut tidak bisa ditoleransi.

"Tindakan tersebut adalah KEJAHATAN bukan Rivalitas. Kita bersepakat bahwa rivalitas berhenti di garis lapangan. Penyerangan kepada bus pemain muda itu adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika supporter," tulis VPC dalam pernyataan resminya.

VPC juga menekankan bahwa para pemain muda Persib EPA merupakan aset penting bagi masa depan sepak bola Indonesia yang harus dilindungi bersama tanpa memandang warna klub.

"Menyerang mereka sama dengan membunuh masa depan sepak bola itu sendiri," tegasnya.

Atas insiden ini, Viking Persib Club menyampaikan beberapa tuntutan mendesak kepada federasi dan pihak kepolisian:

1. Perhatian Federasi dan Usut Tuntas Polisi: Mendesak federasi sepak bola untuk memberi perhatian serius dan mendukung penuh aparat kepolisian mengusut tuntas insiden ini.

2. Hukuman Berat bagi Pelaku: Menuntut polisi segera mengidentifikasi para pelaku dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.

3. Nol Toleransi Kekerasan Anak: Menegaskan tidak ada toleransi sedikit pun untuk segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Di akhir peryataan resminya, VPC mengajak seluruh elemen suporter, baik di Bandung maupun di seluruh Indonesia, untuk bersatu mengawal perkembangan bibit-bibit muda sepak bola tanah air.

"Sepak bola harus menjadi RUANG AMAN BAGI ANAK-ANAK UNTUK BERMIMPI," pungkas VPC.


Editor : Firda Rachmawati