Persib Incar Layvin Kurzawa, Kerugian Rp18 Miliar Rekrut Carlton Cole Kudu Jadi Pelajaran
Persib kudu hati-hati dalam perekrutan Layvin Kurzawa andai tak ingin mengulang kegagalan Carlton Cole pada 2017 silam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Rencana Persib Bandung merekrut Layvin Kurzawa yang berstatus tanpa klub dalam kurun waktu 6 bulan sangatlah. Apalagi, Maung Bandung pernah merugi besar saat mendatangkan Carlton Cole pada akhir 2017 lalu.
Media Prancis Foot Mercato memberitakan proses negosiasi antara Persib dan agen Layvin Kurzawa sedang masuk tahap lanjutan, Minggu 18 Januari 2026.
"Layvin Kurzawa sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk bergabung dengan Persib Bandung pemimpin klasemen Liga Indonesia di Asia," tulis Foot Mercato.
Di sisi lain, situasi yang dialami Kurzawa dalam satu musim terakhir menimbulkan tanda tanya besar terkait kesiapannya berkiprah di panggung kompetisi resmi.
Kurzawa memang sempat menjalani karier gemilang bersama AS Monaco periode 2010-2025. Dia bermain dalam 75 laga dan mencetak 6 gol.
Dia lantas gabung klub terbesar Prancis, Paris Saint-Germain dan menjalani karier panjang dengan torehan 10 gol dari 107 laga.
Namun dia diterpa badai cedera pada masa-masa akhir kariernya di PSG sebelum akhirnya dilepas keFulham pada musim 2022/2023.
Sayangnya, Kurzawa makin terbenam lantaran mengalami cedera parah pada Februari 2023 dan melewatkan banyak laga di ajang Liga Primer Inggris.
Bek sayap 33 tahun itu lalu gabung klub kasta tertinggi Portugal, Boavista dan lagi-lagi lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan karena cedera.
Kurzawa akhirnya dilepas Boavista dan berstatus bebas transfer alias menganggur sejak Juli 2025. Sudah hampir enam bulan, dia tidak terlibat dalam laga resmi.
Rencana Persib mendatangkan Kurzawa menimbulkan tanda tanya besar terutama jika melihat kesiapan sang pemain berkiprah di dua kompetisi sekaligus, BRI Super League serta AFC Champions League (ACL) 2.
Apalagi faktanya, Persib tentu harus merogoh kocek dalam-dalam demi mendaratkan mantan penggawa Timnas Prancis itu.
Dilansir dari situs Transfermarkt, nilai pasar Kurzawa masih lumayan tinggi untuk ukuran klub-klub Asia Tenggara, yakni Rp13,04 miliar.
Kisah Carlton Cole

Sejatinya, Persib pernah mengalami kerugian besar manakala mendatangkan Carlton Cole pada Maret 2017 silam. Ketika itu, Cole datang hampir berbarengan dengan gelandang legendaris Chelsea, Michael Essien.
Namun keputusan Persib membayar Carlton Cole dengan mahar Rp18 miliar tak sebanding dengan kontribusi eks penggawa West Ham, Chelsea dan Aston Vila itu.
Cole gagal menunjukkan dirinya sebagai salah satu striker yang pernah bersinar di Liga Inggris. Dia hanya masuk starting line up sebanyak dua kali dari total lima laga yang dilakoni.
Kariernya di Persib hanya berlangsung beberapa bulan sebelum pihak manajemen akhirnya memutus kontrak striker kelahiran 12 Oktober 1983 itu.
Kesamaan Cole dan Kurzawa

Banyak yang menilai, faktor kegagalan Carlton Cole bersinar di Persib adalah hilangnya sentuhan bermain dari striker yang total mencetak 51 gol dalam 289 laga di Liga Inggris itu.
Sebelum gabung Maung Bandung, Cole berkiprah di MLS Amerika bersama Sacramento FC. Dia hanya memainkan empat laga tanpa satu gol pun.
Situasi yang nyaris serupa dengan sepak terjang Layvin Kurzawa dalam satu musim terakhir ini.
Bahkan Kurzawa berada dalam kondisi yang jauh lebih meragukan lantaran berstatus tanpa klub atau menganggur sejak Juli 2025 lalu.
Sebelum menganggur, Kurzawa sempat membela Fulham dengan status pinjaman periode 2022-2023 dan hanya tampil dalam tiga laga sebelum absen panjang karena cedera.
Setelah itu, dia berkiprah di kasta tertinggi Portugal membela Boavista dan hanya mencatatkan 4 laga tanpa raihan gol.
Kurzawa dilepas Boavista dan akhirnya berstatus tanpa klub sejak Juli 2025 lalu.***
Editor : Bsafaat
