Pesan Dedie dalam Pelantikan 49 Kepala Sekolah di Kota Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melantik 42 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 7 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di SMP Negeri 8 Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal pada Sabtu 11 Oktober 2025. Dalam amanatnya Dedie menitipkan pesan agar kepala sekolah menjaga integritas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melantik 42 kepala sekolah Dasar (SD) dan 7 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di SMP Negeri 8 Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal pada Sabtu 11 Oktober 2025. Dalam amanatnya Dedie menitipkan pesan agar kepala sekolah menjaga integritas.
pelantikan gelombang pertama ini merupakan proses rotasi kepala sekolah SD dan SMP, seperti halnya proses birokrasi dalam penyegaran organisasi atau sekolah.
"Sekolah yang sudah baik, yang sudah biasa berprestasi, mengukir torehan juara, mungkin nanti diberikan kesempatan juga untuk kepala sekolahnya mengampu dan memberikan arahan kepada sekolah lain, demikian juga sebaliknya. Jadi ini adalah proses penyegaran," ungkap Dedie dalam keterangan tertulis pada Minggu 12 Oktober 2025.
Dedie menjelaskan, proses penyegaran ini juga merupakan bagian dari strategi untuk pembenahan semua sekolah secara merata sebagai bagian dalam meningkatkan pembangunan manusia.
"Selanjutnya, secara bertahap akan kembali dilakukan pelantikan untuk para calon dari kepala sekolah dan juga untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang telah dilakukan merger," jelasnya.
Dedie memaparkan, saat ini, tantangan utama Kota Bogor adalah kurangnya jumlah guru yang disebabkan adanya guru yang pensiun tidak berbanding lurus dengan penerimaan jumlah guru.
"Selain itu, kedepan Pemkot Bogor juga secara bertahap akan memperbaiki jumlah rasio sebaran sekolah yang belum merata," paparnya.
Dedie menjelaskan, diantaranya adalah dengan melakukan merger sekolah untuk mengatasi kekurangan guru serta sebaran dan pemerataan sekolah, di samping juga terus dilakukan pembangunan sekolah baru di Kota Bogor.
"Saya mengingatkan tentang Nawa Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan manusia unggul Generasi Emas Indonesia. Sehingga pendidikan ini bisa membentuk bangsa yang kuat, hebat, dan mampu berkompetisi di tingkat nasional dan global. Tidak hanya otak yang cerdas, tapi fisik yang kuat ditambah punya karakter yang baik dengan nilai keimanan yang tinggi," jelasnya.
Dedie menerangkan, ini merupakan tugas bersama yang harus dijalankan sebaik-baiknya dengan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa.***
Editor : JakaPermana
