Pesan SBY untuk Generasi Muda:Cerdas Berpikir Berani Hadir
SBY menekankan pentingnya integritas, inovasi, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan bangsa. Dia juga mengajak generasi muda memperkuat pengetahuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Integritas, inovasi, dan kolaborasi menjadi bekal penting bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan global.
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan, ilmu pengetahuan harus menjadi landasan pengambilan kebijakan, sementara generasi muda perlu mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
Pesan itu disampaikan SBY dalam orasi ilmiah bertajuk FISIP Unpad untuk Indonesia: Merawat Integritas, Menggerakkan Inovasi, dan Membangun Kolaborasi pada peringatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (13/10).
Di hadapan sivitas akademika FISIP Unpad, SBY mengajak perguruan tinggi terus menjadi ruang bagi pemikiran yang cerdas, kritis, dan independen. Kebebasan akademik serta keberanian menyampaikan kebenaran berdasarkan ilmu pengetahuan, menurut dia, semakin penting ketika dunia menghadapi berbagai krisis.
Kolaborasi antara ilmuwan dan pengambil kebijakan juga perlu diperkuat agar persoalan bangsa dapat dijawab melalui pemikiran yang berbasis pengetahuan. Politik, kata SBY, semestinya tidak berjalan sendiri tanpa mendengarkan para ahli.
“Kalau urusan diserahkan pada ahlinya, politisi harus mendengarkan para peneliti karena politik harus mengikuti keilmuwan. Karena para ilmuwan memiliki keahlian dan pengalaman. Tidak perlu dipisahkan, tetapi harus menjadi satu,” ujar SBY seperti dikutip dari kanal resmi Unpad.
Bagi SBY, kontribusi perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada kritik terhadap kebijakan atau persoalan yang berkembang di masyarakat. Pemikiran akademik harus mampu memberikan sumbangan nyata bagi kemajuan bangsa.
Keberhasilan pendidikan tinggi pun tidak semata-mata diukur dari kemampuan menghasilkan lulusan dengan prestasi akademik yang unggul. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang bijaksana, berkarakter, dan berintegritas. Dengan begitu, ilmu pengetahuan tidak hanya menjadi bekal pribadi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.
Dalam lingkup internasional, SBY mengingatkan Indonesia agar memiliki tujuan dan kepentingan nasional yang jelas. Namun, upaya memperjuangkan kepentingan bangsa harus tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab global, mulai dari mengatasi perubahan iklim dan mengurangi kemiskinan hingga menjaga perdamaian dunia. (gin)
Editor : Inilahkoran
