Polda Jabar Sebut Delapan Kecamatan di Sukabumi Dihantam Banjir dan Tanah Longsor
Delapan Kecamatan yang di Kabupaten Sukabumi, diterjang bencana banjir dan tanah longsor. Bencana terjadi setelah hujan mengguyur Kabupaten Sukabumi, pada Kamis 6 Maret 2025 dengan intensitas tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Delapan Kecamatan yang di Kabupaten Sukabumi, diterjang bencana banjir dan tanah longsor. Bencana terjadi setelah hujan mengguyur Kabupaten Sukabumi, pada Kamis 6 Maret 2025 dengan intensitas tinggi.
Kecamatan yang terdampak diantaranya Kecamatan Kalibunder, Kecamatan Jampang Kulon, Kecamatan Lengkong, Kecamatan Cisolok, Kecamatan Simpenan, Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Warungkiara, dan Kecamatan Cijambe.
"Data sementara ada 104 kepala keluarga terdampak, 64 jiwa mengungsi, empat rumah rusak ringan, lima rumah rusak berat dan 109 rumah terendam. Korban jiwa dalam kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi terdapat satu orang meninggal dunia dan dua orang belum ditemukan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat dikonfirmasi Jumat 7 Maret 2025.
Di Kecamatan Kalibunder banjir menggenangi Jalan Raya Karang Genteng-Jalan Raya Pasar, Desa Kalibunder, dengan ketinggian air mencapai centimeter. Lalu banjir juga menggenangi Jalan Raya Ciguha, dengan ketinggian mencapai 80 centimeter. Dan Jalan Raya Cibuntu juga digenangi air dengan ketinggian 30 centimeter.
Untuk di Kecamatan Jampang Kulon, banjir menggenangi Terminal Situhiang, dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa. Lima rumah warga yang di Kampung Nagrak, Desa Bagrasari, juga tergenangi oleh banjir akibat luapan dari saluran air. Kemudian dua rumah ambruk, dengan kondisi kerusakan sedang beralamat di Kampung Sukamulya.
D Kecamatan Lengkong, terjadi tanah longsor di Kampung Palasari, Desa Langkapjaya. Dua rumah warga terkena material longsoran mengakibatkan dinding rumah roboh. Oongsor juga terjadi di Kampung Cisireum, menimpa saru rumah. Longsor terjadi yuga di Jalan raya Patok Besi dan memutus akses jalan yang menyambungkan jalan Raya Lengkong menuju Jalan Raya Kiara Dua.
Selain longsor pada kecamatan Lengkong juga terjadi banjir yang menggenangi Kampung Pabuaran dengan ketinggian air 30 centimeter dari luapan sungai Cikaso, kemudian baujir di Kampung Icakan, Desa Cibadak, yang merendam areal persawahan dengan ketinggian air 50 centimeter akibat luapan sungai Cikaso.
Sementara itu, di Kecamatan Cisolok , banjir menggenangi rumah waega di Kampung Marinjung Hilir.
Kemudian Kecamatan Simpenan , banjir menggenangi Kantor Desae Cidadap dengan ketinggian air 50 centimeter, lalu baniir juga menggenangi Kampung Citamiang Simpang Binakarya, banjir juga menerjang Kampung Mariuk, Cihurang, Citegal, Tangkolo, Cijolang, penghubung Jalan Sangrawawayang. Banjir di Kecamatan Simpenan juga menyebabkan amblasnya jembatan Bojong Kopo yang merupakan Jalan Nasional.
Selain banjir, terjadi juga longsoran di Desa Kertajaya. Longsor itu menimpa satu rumah warga.
"Terdapat korban jiwa. Identitas korban Nendi (7) ditemukan meninggal dunia. Dua orang orang lainnya atas nama Mondi (9) dan Yayar sampai saat ini belum ditemukan," katanya
Lalu Kecamatan Palabuhanratu, banjir merendam rumah warga di Kampung Canghegar. Warga pun diungsikan sementara waktu ke beberapa titik. Banjir juga menggenangi Kamoung Cempaka Putih, Kampung Badak Putih, Kampung Pasanggrahan, Kampung Rawa Kalong, Kampung Kisang Kencana, Kampung Babadan, Kampung Sirna Galih, dan Dermaga PPNP Palabuhanratu.
Di Kecamatan Warungkiara, terjadi tanah kongsor di Desa Cijambe.
Dan terakhir di Kecamatan Cijambe, terjadi pergerakan tanah di Kampung Bengkok, lalu banjir di Kampung Sedamukti dan Kampung Dano. Untuk di Kampung Dano warga sementara yang terdampak sebanyak 17 kepala Keluarga. Tanah longsor terjadi juga di kampung Kampung Sukabakti. Banjir juga menggenangi di Desa Bojong Perum Pratama Indah Residence
Luapan sungai Bojong juga mengakibatkan Kampung Sungapan terdampak. Bahkan longsor pun terjadi di kampung tersebut. Lima kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut.
Editor : Doni Ramdhani
