Prediksi Persib vs Bhayangkara Presisi Lampung: Menjaga Asa di Jalur Juara
Persib Bandung wajib memenangi duel kontra Bhayangkara demi jaga asa di jalur juara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Bagi Persib Bandung, laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung tak sekadar misi tuntaskan raih poin sempurna. Ada asa juara yang harus dijaga.
Maung Bandung seperti kembali terhempas ke bumi usai terbang tinggi ke langit dengan tak sekalipun tersentuh kekalahan dalam enam laga. Malut United membungkam Persib dua gol tanpa balas di Ternate.
Bagi Bojan Hodak, kekalahan adalah kekalahan terlepas apapun alasannya. Mulai dari kelelahan, badai cedera, hingga sederet pemain terkena akumulasi kartu. Dia menilai itu sebuah pembelajaran berharga.
Pelatih asal Kroasia itu sudah tak mau lagi larut dalam kekecewaan. Ada laga penting di depan mata. Kemenangan dibidik tak sekedar demi mengembalikan momentum, tetapi juga menekan para rival di papan klasemen sementara.
Persib menjamu Bhayangkara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (21/12/2025) malam WIB. Hanya tiga poin yang dipikirkan Hodak. Imbang atau bahkan kalah, hanya berujung malapetaka.
Kekalahan dari Malut seolah mengembalikan Persib ke titik terjauh dalam ambisi mereka mengkudeta takhta. Marc Klok dan kawan-kawan, kini tertahan di posisi ketiga dengan koleksi 28 poin dari 13 laga. Mereka tertinggal satu poin dari Persija di peringkat kedua, dan lima poin dari sang pemuncak, Borneo FC.
Untuk memenangi laga kontra Bhayangkara, Hodak ingin semua elemen tim menyatu dalam sebuah kekuatan kolektif yang kokoh. Tak hanya soal kualitas pemain, Hodak menilai kehadiran Bobotoh bisa jadi kunci.
"Tentu bermain di kandang adalah hal yang bagus untuk kami, apalagi jika stadion dipenuhi oleh Bobotoh yang mendukung selama pertandingan. Itu membuat tambahan semangat serta membuat kami akan lebih mudah," ujar Hodak.
Hodak memberikan contoh betapa krusialnya peran Bobotoh saat Persib berhasil menjungkalkan dua tim kuat di dua laga kandang terakhir.
"Kalian bisa lihat ketika kami menghadapi Bangkok United dan Borneo FC. Lawan mendapatkan tekanan, lalu (mental) mereka menjadi down dan sebaliknya PERSIB terus meningkat secara mentalitas selama pertandingan. Jadi, kehadiran mereka (Bobotoh) sangatlah penting," tegasnya.
Comeback Stronger
Di sisi lain, kiper Persib Teja Paku Alam klaim semakin lebih kuat. Kondisi yang terus membaik menjadi alasannya.
Kiper asal Sumatera Barat ini akui sebelumnya harus absen ketika Persib Bandung menghadapi Borneo FC. Perannya digantikan Fitrah Maulana.
Saat itu, Teja Paku Alam dikabarkan mengalami kendala di bagian pahanya. Sehingga ia tidak bisa tampil di laga tunda Super League 2025-2026 itu.
Namun kini, kiper bernomor punggung 14 itu sudah pulih. Terbukti di dua laga selanjutnya melawan Bangkok United dan Malut United, Teja Paku Alam mendapatkan kepercayaan bermain.
“Alhamdulillah sekarang sudah langsung membaik. Kemarin itu mungkin terlalu capek, dan sekarang sudah mulai fit lagi,” ungkap Teja.
Padatnya agenda Persib di berbagai kompetisi memang menuntut kesiapan fisik ekstra dari seluruh pemain, termasuk posisi kiper yang memiliki beban konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan.
Teja mengakui kondisi tersebut sempat berdampak pada kebugarannya, namun kini situasi berangsur normal.
Lebih lanjut, Teja menegaskan sudah kembali mengikuti sesi latihan bersama tim. Bahkan ia mulai menguatkan kembali otot yang selama ini menjadi kendala.
“Ya sekarang sih udah mulai latihan lagi otot masih. Tapi kalau cedera, nggak jadi masalah,” jelasnya.
Ancaman Lawan

Sementara itu Bhayangkara sejatinya bukan lawan sepadan bagi Persib. Mereka masih mencari-cari konsistensi permainan.
Tim asuhan Paul Munster itu bahkan hanya meraup satu poin dalam dua laga terakhirnya. Mereka takluk bermain imbang 1-1 saat menjamu Persebaya Surabaya, setelah sebelumnya takluk 0-1 di kandang PSIM Yogyakarta.
Di laga terakhirnya, Bhayangkara sebenarnya tampil agresif. Sayang, mereka harus menerima hasil imbang lantaran mencetak gol bunuh diri.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (28/11) sore, pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Persebaya yang unggul 1-0 terlebih dahulu lewat gol bunuh diri Putu Gede di menit ke-82. Dendy Sulistyawan berhasil menyamakan kedudukan untuk Bhayangkara FC pada menit ke-90+8.
“Hasil yang mengecewakan karena kami berusaha untuk selalu ingin menang di setiap pertandingan. Sampai akhirnya kami kebobolan lewat gol bunuh diri,” kata pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster usai laga.
Menurut Paul Munster, Bhayangkara FC di pertandingan ini juga cukup membuat peluang. Namun Paul Munster mengakui jika finishing masih menjadi kendala.
“Kami membuat 18 tembakan, dengan 7-8 tembakan yang mengarah ke gawang,” ujarnya.
Saat ini, Bhayangkara masih tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara Super League dengan koleksi 19 poin dari 13 laga.
HEAD TO HEAD
28/03/24: Persib vs Bhayangkara
23/09/23: Bhayangkara 1-2 Persib
24/03/23: Persib vs Bhayangkara
24/06/22: Bhayangkara 2-2 Persib
21/06/22: Bhayangkara 0-1 Persib
5 LAGA TERAKHIR PERSIB
14/12/25: Malut 2-0 Persib
10/12/25: Persib 1-0 Bangkok
05/12/25: Persib 3-1 Borneo
30/11/25: Madura 1-4 Persib
26/11/25: Lion City 3-2 Persib
5 LAGA TERAKHIR BHAYANGKARA
28/11/25: Bhayangkara 1-1 Persebaya
22/11/25: PSIM 1-0 Bhayangkara
07/11/25: Bhaangkara 2-1 Bali United
01/11/25: Bhayangkara 1-1 Persita
27/10/25: Bhayangkara 2-0 Persijap
PRAKIRAAN PEMAIN
Persib (4-3-3)
Teja (GK) Putros, Matricardi, Barba, Reijnders (B) Klok, Haye, Guaycochea (T) Barros, Tanque, Beckham (D)
Pelatih: Bojan Hodak
Bhayangkara (4-3-3)
Savik (GK) Sadiki, Damjanovic, Andika, Gede (B) Rizki, Belleggia, Sadat (T) Ilic, Sulistyawan, Subo (D)
Pelatih: Paul Munster
Editor : Ardi
