Program Saudagar Z Ternak Sukses di KBB, Baznas Jabar Bakal Jadikan Role Model untuk Daerah Lainnya 

Keberhasilan Baznas KBB dalam merealisasikan inovasi pemberdayaan ternak ayam kampung melalui Program Saudagar Z Ternak bakal dijadikan role model atau contoh untuk daerah lainnya di Jabar.

Program Saudagar Z Ternak Sukses di KBB, Baznas Jabar Bakal Jadikan Role Model untuk Daerah Lainnya 
Waka II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Jabar Ali Khosim mengatakan, Program Saudagar Z Ternak atau inovasi pemberian bibit ayam kampung beserta pakannya menjadi pondasi ekonomi mustahik. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Keberhasilan Baznas KBB dalam merealisasikan inovasi pemberdayaan ternak ayam kampung melalui Program Saudagar Z Ternak bakal dijadikan role model atau contoh untuk daerah lainnya di Jabar.

Hal tersebut diungkapkan Waka II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Jabar Ali Khosim. Menurutnya, Program Saudagar Z Ternak atau inovasi pemberian bibit ayam kampung beserta pakannya menjadi pondasi ekonomi mustahik.

“Program Saudagar Z Ternak yang dilakukan Baznas KBB ini diharapkan mampu mendorong target mustahik menjadi muzaki di Jabar,” katanya, Selasa 27 September 2022.

Ia menilai, dengan modal yang terjangkau atau minimalis Program Saudagar Z Ternak yang diinisiasi Baznas KBB ini sangat bermanfaat.

Tak hanya itu, sambung dia, inovasi tersebut juga merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi yang selama ini tengah digenjot Baznas Jabar.

“Ini langkah yang baik, kita juga akan mendorong daerah-daerah lain agar bisa menjalankan program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas KBB Saiful Rachman menjelaskan Program Saudagar Z Ternak itu merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik ini menjadi perhatian serius dan prioritas.

Ia menyebut, ternak ayam kampung yang telah disalurkan kepada penerima manfaat zakat (PMZ) di tiga kecamatan antara lain Gununghalu, Rongga, dan Cipongkor.

"Jumlahnya sebanyak 100 ekor bibit ayam kampung. Selain itu, kita juga memberikan alat-alat pendukung seperti lampu penghangat, tempat makan dan minum ayam,” sebutnya.

Sebelum menerima ayam kampung, tambah dia, para PMZ diberikan edukasi dan pelatihan tentang bagaimana cara berternak dengan baik.

“Kita dampingi untuk mencapai target panen. Nah, di saat panen kita buka akses pemasaran kemudian diputarkan kembali modalnya," ujarnya.

"Itu dilakukan agar Program Saudagar Z Ternak tersebut bisa tetap berlanjut dan terus berkembang dengan harapan bisa naik kelas dari mustahik menjadi muzaki,” tukasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani