Revitalisasi SDN Kencana 1 Berjalan, Orang Tua dan Sekolah Sepakat KBM di Tempat Sementara

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah merevitalisasi bangunan SDN Kencana 1 Kota Bogor. Kepala Disdik Kota Bogor Herry Karnadi menuturkan, bahwa sektor pendidikan merupakan kebutuhan utama dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih layak. Hal ini sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi.

Revitalisasi SDN Kencana 1 Berjalan, Orang Tua dan Sekolah Sepakat KBM di Tempat Sementara
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah merevitalisasi bangunan SDN Kencana 1 Kota Bogor. Kepala Disdik Kota Bogor Herry Karnadi menuturkan, bahwa sektor pendidikan merupakan kebutuhan utama dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih layak. Hal ini sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi.

INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah merevitalisasi bangunan SDN Kencana 1 Kota Bogor. Kepala Disdik Kota Bogor Herry Karnadi menuturkan, bahwa sektor pendidikan merupakan kebutuhan utama dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih layak. Hal ini sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi.

"Sebagai penghasil siswa-siswa berkualitas dan memiliki kompetensi, penyelenggara pendidikan dasar harus mampu menjadi pendorong dan bahkan sebagai motivator pembangunan kawasan dan regional. Karena itu, gedung sekolah SDN Kencana 1 tengah direvitalisasi guna menciptakan ruangan belajar yang memadai bagi guru dan siswa. Hal jni juga seiring dengan bertambahnya siswa baru di Kota Bogor. Di sisi lain hal ini juga sebagai penunjang untuk mewujudkan wajib belajar 12 tahun," ungkap Herry Karnadi kepada wartawan pada Senin 6 Oktober 2025.

Herry memaparkan, bahwa bangunan SDN Kencana 1 Kota Bogor akan memiliki bangunan yang representatif dengan fasilitas memadai.

"Proses revitalisasi sudah berlangsung. Nantinya bangunan sekolah akan dibangun dua lantai untuk menampung para siswa yang jumlahnya terus berkembang," tambahnya.

Herry menjelaskan, karena gedung sekolah yang direvitalisasi, untuk sementara tidak bisa digunakan maka proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa-siswi ditempatkan di SDN Kencana 4.

"Namun, karena jarak menuju SDN Kencana 4 mencapai kurang lebih 1,5 kilometer, maka orang tua dengan pihak sekolah memilih proses KBM di lahan kosong dekat sekolah yang sedang direvitalisasi melalui kesepakatan bersama," jelasnya.

"Iya jadi mereka (orang tua bersepakat bersama pihak sekolah) memilih proses belajar mengajar dilakukan di sana dengan menggunakan tenda milik BPBD," tambah Herry.

Herry menegaskan, meski menggunakan tenda, namun perlengkapan belajar mengajar tetap sama seperti di dalam kelas.

"Di dalamnya itu layaknya seperti ruang kelas, ada meja, kursi, kemudian papan tulis, dan sebagainya untuk mendukung proses belajar mengajar di tempat sementara itu," tegas Herry.

Herry menekankan, proses revitalisasi yang tengah berjalan ini rencananya selesai pada Desember 2025 mendatang.***


Editor : JakaPermana