Rossoneri dan Malam yang Sunyi di Mapei

BAGI pelatih AC Milan Ruben Amorim, malam di Mapei Stadium, Senin (12/10) dini hari WIB terasa begitu dingin.

Rossoneri dan Malam yang Sunyi di Mapei
Net

Oleh: Bsafaat

Rossoneri datang dengan status tak terkalahkan, menguasai 56% penguasaan bola, namun berakhir dengan kepalanya yang tertunduk mengevaluasi kerapuhan lini belakang. D Laga babak pertama berjalan tersendat dan minim kreativitas, seolah menggambarkan beban berat yang dipikul kedua tim setelah jeda internasional. Nuansa emosional langsung terasa ketika laga baru berjalan 19 menit.

Matteo Gabbia, palang pintu andalan Milan, harus keluar lapangan sambil menahan sakit setelah berduel fisik. Kehilangan fondasi pertahanan di awal laga menjadi riak pertama dari ketidakpastian yang membayangi Milan sepanjang malam.

Setelah 45 menit pertama yang berakhir tanpa gol akibat ketangguhan kiper Sassuolo, Arijanet Muric, babak kedua menyajikan drama kemanusiaan yang sesungguhnya.

Masuknya maestro veteran, Luka Modric, di awal babak kedua menyuntikkan ruh baru bagi Milan. Pada menit ke-63, keajaiban kecil itu lahir. Modric dengan jeli melepaskan sodoran matang yang disambut oleh Adrien Rabiot.

Melalui sudut sempit, Rabiot melepaskan tembakan kaki kiri keras yang menghujam tiang dekat gawang Sassuolo. Gol! Rabiot berlari merayakan kelegaan yang luar biasa, memecah kebuntuan, dan membawa Milan unggul 1-0. Saat itu, asa Milan untuk merangsek ke papan atas menyala terang.

Kegembiraan Milan hanya berumur lima menit.

Di bawah tekanan publik tuan rumah, Sassuolo menolak untuk menyerah.

Berawal dari skema sepak pojok pada menit ke-68, Cas Odenthal melompat dan menyontek bola masuk ke gawang Mike Maignan.

Mapei Stadium bergemuruh. Bagi Odenthal, gol ini adalah pembuktian takdir seorang pemain pengganti yang menjadi pahlawan tak terduga. Bagi Milan, itu adalah tamparan keras yang membuyarkan fokus mereka dalam sekejap.

Sisa waktu pertandingan diwarnai dengan keputusasaan Milan yang menggempur habishabisan.

Pemain muda seperti Alphadjo Cisse dimasukkan demi mencari celah, namun Muric berdiri kokoh layaknya tembok raksasa yang enggan runtuh lagi.

Dengan demikian, AC Milan berarti belum ternoda kekalahan di enam pertandingan Liga Italia 2026/2027 pertamanya.

Modric dkk menempati peringkat enam klasemen dengan 12 poin, hasil tiga kemenangan dan tiga seri. Pelatih Milan Ruben Amorim menyebut tren tidak terkalahkan ini tidak berarti apapun.

“Setiap pertandingan itu penting di sini. Di pekerjaan terakhir saya, saya mendapatkan hasil yang buruk di liga tapi menang di Eropa. Bagi saya, tidak terkalahkan itu tidak ada artinya,” keluh Amorim. (bsf)


Editor : Inilahkoran