Rudy Susmanto Dukung Penanganan Banjir di Bojongkulur Gunung Putri
Rudy Susmanto, mendukung upaya KP2C dalam pengendalian banjir di Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, terutama di Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur yang menjadi wilayah langganan bencana banjir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Bogor Rudy Susmanto mendukung penuh permohonan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) terkait pembangunan Sekretariat KP2C di lahan Prasarana Sarana Umum (PSU) yang berlokasi di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri.
Hal itu karena Rudy Susmanto, mendukung upaya KP2C dalam pengendalian banjir di Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, terutama di Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur yang menjadi wilayah langganan bencana banjir.
Tak hanya itu, Bupati Rudy Susmanto juga berkenan meresmikan alat peringatan dini banjir hibah dari Negeri Jiran, Malaysia.
Terkait penanganan banjir, Bupati memerintahkan jajarannya agar segera menginventarisir lahan kebutuhan normalisasi sungai, berupa lahan milik pemerintah yang statusnya clear and clean; lahan milik pemerintah yang butuh penertiban; dan lahan milik masyarakat yang butuh pembebasan.
"Bupati Rudy Susmanto memerintahkan segera dilakukan pembebasan empat rumah di ujung hilir sungai Cileungsi Bojongkulur" ujar Puarman kepada wartawan, Selasa, 30 Desember 2025.
Puarman menuturkan, Bupati Bogor juga menyatakan akan memberikan surat rekomendasi kepada Bea Cukai agar hibah alat peringatan dini banjir dari AIM Analitics Malaysia kepada KP2C tidak dikenakan cukai masuk.
Tak hanya itu, Pemkab Bogor, bersama Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bekasi tetap berkomitmen mengalokasikan dana Rp 100 miliar untuk kebutuhan pengendalian banjir di kedua sungai tersebut.
Pemkab Bogor akan menurunkan Excavator Ampibi untuk menormalisasi sungai Cileungsi dan Cikeas.
Pemkab Bogor juga akan membeli mesin penyedot lumpur kapasitas besar 6.000 liter/menit yang bisa digunakan jika terjadi banjir.
"Bupati Bogor, akan memberikan tiga unit perahu karet beserta kelengkapannya kepada Desa Wisata Bojongkulur yang juga bisa dimanfaatkan untuk kebencanaan dan juga membantu penggantian CCTV KP2C yang rusak yang digunakan sebagai alat pantau tinggi muka air yang selama ini ditempatkan di beberapa titik, mulai dari hulu hingga hilir sungai," tukas Puarman.
Editor : Ahmad Sayuti

