Rumah Hilang dan Anak Didik Terpuruk, Guru di Pasirlangu Pegang Asa untuk Bangkit
Di tengah kesulitan akibat longsor Cisarua, harapan untuk pulih kembali menjadi daya dorong bagi warga setempat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di tengah kesulitan akibat longsor Cisarua, harapan untuk pulih kembali menjadi daya dorong bagi warga setempat.
Itu pun dirasakan Dindin Regal Permana (36), guru di MTS Al-Amin yang juga menjadi salah satu warga terdampak longsor Cisarua.
Dindin mengaku rumahnya rata dengan tanah. Sementara, keluarganya saat ini diungsikan ke rumah saudara. Meskipun kondisi ekonomi warga lumpuh total dan banyak kebun yang terimbas, ia tetap bertahan di posko yang berada di kompleks sekolah yayasan yang juga mengelola RA dan MI.
"Saya sendiri tinggal di posko, sedangkan keluarga di rumah saudara. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga terdampak mengandalkan bantuan relawan karena perekonomian kita benar-benar terhenti," kata Dindin, Rabu 28 Januari 2026.
Yang paling menyakitkan bagi Dindin adalah kondisi anak didiknya. Dari tiga jenjang pendidikan di yayasan, terdapat sekitar dua belas siswa yang terdampak. Sebagian sudah ditemukan, namun beberapa masih dalam pencarian atau belum teridentifikasi.
"Kita anggap murid-murid ini sebagai keluarga sendiri. Semua bergerak berdasarkan hati nurani dan kemanusiaan untuk saling membantu," jelasnya, yang telah mengabdi sebagai guru di MTS Al-Amin selama 10 tahun ini.
Meskipun saat ini masih merasa pesimis melihat situasi cuaca dan pencarian korban, Dindin tetap memiliki asa yang kuat.
"Harapan utama kita adalah semoga keadaan cepat membaik, sehingga kita bisa mulai membangun kembali apa yang hilang," ucapnya dengan penuh harapan.
Editor : Doni Ramdhani
