Seblak Kemasan Kota Bandung Berpeluang Tembus Pasar Jepang
Seblak kemasan Kyla Food asal Bandung berpeluang masuk pasar Jepang melalui jaringan ritel Asiamart setelah menarik perhatian di Trade Expo Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Produk seblak kemasan asal Kota Bandung berpeluang menembus pasar Jepang, setelah menarik perhatian pengusaha yang memiliki jaringan ritel Asiamart. Peluang kerja sama bagi produk Kyla Food itu, muncul saat mengikuti Trade Expo Indonesia di BSD.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, produk kuliner lokal menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian selama pameran perdagangan berskala besar itu.
“Salah satu produk yang dibawa adalah makanan kemasan dari Kyla Food. Produknya berupa makanan seperti seblak yang sebelumnya juga sempat viral di Taiwan dan Thailand,” kata Ronny Ahmad Nurudin, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia membuka kesempatan bagi pelaku usaha Kota Bandung memperkenalkan produk kepada calon mitra dagang dari berbagai negara. Produk Kyla Food, bahkan mendapat peluang tindak lanjut kerja sama dengan pengusaha yang memiliki jaringan ritel di Jepang.
“Dalam Trade Expo Indonesia kemarin, produk Kyla Food mendapat potensi tindak lanjut dari Jepang. Ada pengusaha yang memiliki jaringan ritel di Jepang, yaitu Asiamart yang berencana menindaklanjuti peluang kerja sama dengan Kyla Food,” ucapnya.
Peluang itu menjadi kesempatan bagi produk kuliner Kota Bandung memperluas jangkauan pemasaran ke luar negeri. Sebelumnya, produk Kyla Food juga sempat mendapat perhatian di Taiwan dan Thailand sehingga pasar internasional berpotensi menjadi ruang pengembangan usaha berikutnya.
Selain peluang dari Jepang, Disdagin Kota Bandung masih merekap hasil keikutsertaan pelaku usaha dalam pameran. Evaluasi diperlukan guna mengetahui potensi transaksi, dan peluang ekspor yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Ronny menyebutkan, Disdagin membawa 20 pelaku usaha asal Kota Bandung dalam Trade Expo Indonesia. Di luar peserta yang mendapat dukungan dinas, terdapat pelaku usaha lain yang mengikuti pameran secara mandiri maupun melalui dukungan BUMN, Ecraft dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Secara keseluruhan, ada lebih dari 50 pelaku usaha asal Kota Bandung yang berpartisipasi dan memiliki peluang mengembangkan pasar ekspor,” ujar dia.
Produk yang dipamerkan mencakup berbagai kategori mulai dari fesyen, kerajinan hingga kuliner. Selama pameran, sejumlah produk mendapat perhatian pengunjung dan calon pembeli dari beberapa negara di Afrika, ASEAN dan Asia.
Meski peluang kerja sama mulai terlihat, pihaknya belum dapat menyampaikan nilai transaksi maupun potensi ekspor yang dihasilkan. Proses rekapitulasi dan evaluasi, masih berlangsung guna memetakan peluang yang bisa ditindaklanjuti oleh masing-masing pelaku usaha.
Ronny berharap, keikutsertaan pelaku usaha Kota Bandung dalam pameran perdagangan internasional tidak berhenti pada pengenalan produk. Namun juga berlanjut menjadi kerja sama bisnis yang nyata.
“Mudah-mudahan peluang yang muncul selama pameran, bisa ditindaklanjuti sehingga semakin banyak produk Kota Bandung yang menembus pasar internasional,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
