Sejak 2015, Alat Pendeteksi Tsunami di Pantai Selatan Garut Rusak
Penggantian alat pendeteksi dini tsunami atau disebut Sirine Indonesian Tsunami Early Warning System (INA-TEWS) di kawasan pantai selatan Kabupaten Garut mendesak dilakukan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut - Penggantian alat pendeteksi dini tsunami atau disebut Sirine Indonesian Tsunami Early Warning System (INA-TEWS) di kawasan pantai selatan Kabupaten Garut mendesak dilakukan.
Pasalnya, INA-TEWS yang terpasang di sejumlah titik kawasan pantai selatan Garut saat ini dipastikan sama sekali takkan berfungsi karena telah rusak sejak 2015. Namun hingga kini belum pernah dilakukan perbaikan, atau penggantian dengan peralatan baru.
Padahal tak seorang pun tahu kapan bencana yang menimbulkan banyak korban itu terjadi. Terlebih bentangan wilayah pesisir pantai selatan Garut sangat luas mencapai lebih dari 81 kilometer, mulai Kecamatan Cibalong hingga Kecamatan Caringin.
Menurut pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, saat ini, terdapat sebanyak delapan unit INA-TEWS bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terpasang di wilayah pantai selatan Garut.
Namun seluruhnya tak bisa difungsikan karena mengalami korosi. Hanya solar cell-nya sebagai sumber tenaganya yang masih bisa digunakan.
Kepala Pelaksana BPBD Garut Dadi Djakaria pun menyayangkan rusaknya kedepalan unit INA-TEWS tersebut. Jika sewaktu-waktu terjadi tsunami maka warga termasuk wisatawan yang berada di sepanjang pesisir pantai selatan Garut takkan bisa mengetahuinya.
“Dengan kerusakan INA-TEWS ini, tentunya sangat membahayakan warga bila terjadi bencana tsunami,” kata Dadi, Kamis (27/12/18).
Sekadar diketahui, pantai selatan Garut tepatnya sekitar kawasan pantai Santolo Kecamatan Cikelet, dan pantai Sayangheulang Kecamatan Pameungpeuk, pernah terdampak tsunami pada 17 Juli 2006 lalu.
Editor : inilahkoran

