Sejuta Cinta untuk Guimaraes

Sejuta Cinta untuk Guimaraes
Net

DUDUK di bangku cadangan Stadion Emirates, Bruno Guimaraes tidak bisa menyembunyikan kecemasannya.

Detak jantungnya berpacu, bukan karena takut, melainkan karena hasrat yang menggebu untuk segera menginjakkan kaki di rumput hijau.

Sebagai rekrutan besar Arsenal di musim panas, ia harus bersabar melewati masa adaptasi taktis Mikel Arteta dan sempat terhambat cedera. Namun, Sabtu (10/10) malam WIB, Stadion London Utara itu menjadi panggung sebuah romansa baru dalam karier sepak bolanya.

Saat Arsenal tertinggal 0-1 dari Leeds United akibat gol James Justin di menit ke-55, atmosfer stadion sempat menegang.

Beruntung, Riccardo Calafiori berhasil menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Di tengah ketegangan memburu gol kemenangan, Arteta memanggil Guimaraes.

Menariknya, bahkan sebelum sang gelandang asal Brasil itu menyentuh bola, seisi Emirates Stadium sudah menggemakan namanya.

Nyanyian dan sambutan hangat dari Gooners mengalir deras dari tribune, meruntuhkan segala kecemasan yang sempat menggelayuti pundaknya.

Cinta itu langsung dibayar tuntas. Hanya butuh tujuh menit bagi Guimaraes di lapangan untuk menyambar peluang dan mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-70.

Stadion Emirates pecah dalam gemuruh kebahagiaan. Arsenal berbalik unggul 2-1, dan debut resmi Guimaraes di kandang baru berakhir dengan sangat manis.

Bagi seorang pesepak bola yang pindah ke klub dengan tekanan sebesar Arsenal, merasa diterima adalah segalanya. Usai laga, Guimaraes tidak bisa menyembunyikan rasa emosionalnya atas sambutan luar biasa dari para pendukung.

“Saya ingin memeluk mereka atas semua yang telah mereka lakukan untuk saya. Saya bisa merasakan cinta mereka.

Sangat istimewa bisa memeluk mereka, untuk mengucapkan terima kasih,” ungkap mantan penggawa Newcastle United tersebut dengan ketulusan yang mendalam. (bsf)


Editor : Inilahkoran