Selama Periode Lebaran Idulfitri 1445, Dishub KBB Catat Peningkatan Volume Kendaraan yang Melintas, Ini Rinciannya
Selama periode libur Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 902.532 kendaraan melewati jalur arteri Simpang Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Selama periode libur Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 902.532 kendaraan melewati jalur arteri Simpang Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Angka tersebut merupakan akumulasi penghitungan kendaraan selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri mulai 3 hingga 7 April 2024 baik dari arah Cianjur menuju Bandung maupun sebaliknya.
"Pemudik yang melintasi Pos Pelayanan Terpadu Polres Cimahi di Simpang Padalarang didominasi oleh kendaraan pribadi," kata Kepala Dishub KBB, Fauzan Azima, Jumat 12 April 2024.
Menurutnya, pada momen arus mudik tahun ini volume kendaraan yang masuk ke wilayahnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
"Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada Selasa 9 April 2024 dan arus balik, yakni di H+4 atau Minggu 14 April 2024," tuturnya.
Namun yang jelas waktu arus mudik itu H-1 itu (ada) berapa persen kenaikannya (dari lebaran 2023).
"Kemudian H+4 atau malam Senin itu terjadi puncak arus balik di Padalarang," ucapnya.
Secara rinci Fauzan menerangkan, kenaikan arus mudik di Simpang Padalarang terjadi pada H-4 lebaran, dengan jumlah 62.951 kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
"Angka tersebut meningkat sebanyak 19 persen dari lebaran tahun 2023. Untuk H-3 ada 62.256 kendaraan meningkat 2 persen dari tahun sebelumnya," terangnya.
Sementara pada H-2 mencapai 77.023 kendaraan, meningkat 25 persen dari tahun lalu. Sedangkan H-1, sebanyak 59.434 kendaraan, meningkat 42 persen.
"Kemudian di hari Raya 78.703 kendaraan, meningkat 38 persen," ucapnya.
Untuk arus balik dengan persentase pemudik paling tinggi di H+1, yakni sebanyak 71.937 kendaraan, meningkat 2 persen dari lebaran tahun 2023.
"H+2 sebanyak 67.631, di sini mengalami tren penurunan 2 persen. Lalu kembali meningkat 11 persen pada H+3 lebaran dengan jumlah 78.130 kendaraan," ujarnya.
Selanjutnya, untuk peningkatan paling tinggi terjadi di dua hari menjelang berakhirnya periode libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 2024.
Pada H+4 volume kendaraan mencapai 86.302 meningkat 42 persen. Puncaknya, pada H+6 yakni 81.873 naik 18 persen dari tahun sebelumnya.
"Seperti biasa peningkatan itu relatif seragam yang jelas hari H dan H+ terjadi peningkatan karena wilayah wisata. Yang jelas ada peningkatan baik yang wisata maupun mudik dan arus balik," bebernya.
Selama periode mudik dan arus balik lebaran 2024, ungkap Fauzan, pihaknya melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sejumlah titik di wilayah Bandung Barat.
Fauzan menyebut, pengaturan arus lalu lintas itu juga didampingi oleh Dishub Provinsi Jawa Barat.
"Untuk antisipasinya Dinas Perhubungan berkolaborasi dengan TNI-POLRI, stakeholder terkait melakukan pengaturan di lokasi-lokasi rawan terjadinya kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Untuk arus balik dan mudik ini tersebar khususnya di Padalarang mulai dari Cimareme sampai dengan Ciburuy," kata Fauzan.
"Kalau yang kami terapkan dengan pihak kepolisian adalah CB one way. Sama juga seperti di Ciburuy, Turabaya dan Tagog kami melakukan rekayasa lalu lintas metodenya sama," sambungnya.
Selain kepadatan arus lalu lintas di Jalan Padalarang, ia menyebut peningkatan kendaraan terjadi di jalur menuju destinasi wisata, utamanya yang ada di Lembang.
"Kebetulan Lembang secara keseluruhan naik di 6 persen. Tidak terlalu besar memang tapi dibandingkan 2022 ada kenaikan signifikan dan 2023 kenaikan fluktuatif," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
