Singapura Ancam Sanksi Perusahaan Pembakar Hutan RI Usai Kabut Asap Memburuk

Singapura mengancam akan memberikan sanksi tegas akibat kabut asap karhutla terus memburuk.

Singapura Ancam Sanksi Perusahaan Pembakar Hutan RI Usai Kabut Asap Memburuk
Singapura Ancam Sanksi Perusahaan Pembakar Hutan RI Usai Kabut Asap Memburuk

INILAHKORAN.ID - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali memicu ketegangan dan kemarahan dari negara-negara tetangga. 

kabut asap beracun yang mengepul hingga melintasi batas negara telah menyelimuti wilayah Singapura selama berminggu-minggu.  

​Menanggapi situasi yang kian memburuk, Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. 

Pemerintah Singapura kini tengah mengusut dan mengidentifikasi entitas atau perusahaan yang bertanggung jawab atas bencana kabut asap tersebut.  

​PM Wong mengindikasikan bahwa tindakan hukum tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah berdasarkan Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) yang berlaku di Singapura. Selain itu, Singapura juga membuka opsi untuk menjajaki langkah bersama dengan negara-negara lain yang turut terdampak.  

​"Kabut asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia, yang diperparah oleh periode kering berkepanjangan," tulis PM Lawrence Wong dalam pernyataan resminya di Facebook.  

​Kualitas Udara Singapura Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

​Berdasarkan data pemantauan kualitas udara di Singapura, Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) menembus angka 145 hingga 221. Wilayah tengah Singapura mencatat angka polusi tertinggi, di mana skala di atas 201 menandakan kualitas udara dalam kategori "sangat tidak sehat". Apabila indeks melampaui angka 300, kondisi dikategorikan "berbahaya" dan berpotensi memicu penutupan sekolah-sekolah di seluruh penjuru negara kota tersebut.  

​Metode Es Kering Indonesia Disorot Media Asing

​Di sisi lain, upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi karhutla justru menjadi sorotan media internasional. Media terkemuka asal Inggris, The Guardian, menyoroti langkah penanganan tidak biasa yang diuji coba oleh Indonesia, yakni penggunaan es kering (dry ice) untuk memadamkan api dan menekan kabut asap beracun. Langkah unik ini terus dipantau oleh dunia internasional seiring meningkatnya desakan agar krisis asap lintas batas segera teratasi.


Editor : Firda Rachmawati