Sudah 19 Korban Dievakuasi, Pemkab Cirebon Gerak Cepat Tangani Longsor Galian Gunung Kuda

Tragedi longsor di kawasan tambang Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, menyisakan duka mendalam. Pemerintahan Kabupaten Cirebon bersama aparat TNI dan tim penyelamat kini masih terus berjibaku di lokasi bencana demi mengevakuasi para korban yang diduga masih tertimbun material longsoran.

Sudah 19 Korban Dievakuasi, Pemkab Cirebon Gerak Cepat Tangani Longsor Galian Gunung Kuda
Wakil Bupati Cirebob Agus Kurniawan Budiman pun turun langsung ke lokasi longsor di Gunung Kuda. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk empati, namun juga untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan bantuan segera disalurkan kepada korban serta keluarganya. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Tragedi longsor di kawasan tambang Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, menyisakan duka mendalam. Pemerintahan Kabupaten Cirebon bersama aparat TNI dan tim penyelamat kini masih terus berjibaku di lokasi bencana demi mengevakuasi para korban yang diduga masih tertimbun material longsoran.

Wakil Bupati Cirebob Agus Kurniawan Budiman pun turun langsung ke lokasi longsor di Gunung Kuda. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk empati, namun juga untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan bantuan segera disalurkan kepada korban serta keluarganya.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan, baik bagi korban luka ringan, luka berat, maupun korban meninggal dunia. Ini adalah bagian dari penanganan darurat bencana,” ungkap Agus, Minggu 1 Juni 2025.

Ia menyampaikan, hingga kini pemerintah daerah tengah mengkaji bentuk santunan yang akan diberikan kepada keluarga korban. Proses assessment sedang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Cirebon. Saat ini kajian sedang dilakukan bersama Dinas Sosial agar bisa segera disampaikan kepada keluarga korban.

"Ini sedang dalam proses assessment, insyaallah segera kami realisasikan," ungkapnya.

Sementara itu, proses pencarian korban tidak berjalan mudah. Tim SAR dibantu pihak terkait saat ini sudah menemukan 19 dan dievakuasi ke RSUD Arjawinangun. Namun, berdasarkan laporan dari aparat desa setempat, masih ada sekitar tujuh orang yang diduga tertimbun di dalam longsoran.

Namun, pencarian sempat dihentikan karena malam minggu tadi, ada tiga kali longsor susulan. Ini membuat tim evakuasi harus mencari tempat aman untuk kembali melakukan evakuasi. Hal itulah yang membuat tim evakuasi ekstra waspada dan Alat berat dibatasi agar tidak terlalu masuk ke titik longsor utama.

Proses evakuasi dibagi ke dalam dua sektor, yaitu sektor timur dan sektor barat. Pembagian ini didasarkan pada kesaksian para pekerja tambang yang selamat dan mengenali lokasi para korban terakhir terlihat sebelum longsor terjadi.

Hingga kini, sejumlah alat berat telah diturunkan, termasuk enam unit alat berat dan dua unit dozer yang baru tiba di lokasi.

Sementara itu, keluarga korban yang menunggu di sekitar lokasi berharap proses evakuasi berjalan cepat dan semua korban bisa ditemukan. Suasana haru dan tangis masih menyelimuti lokasi, sementara aroma duka menyatu dengan rasa waspada terhadap ancaman longsor susulan. 


Editor : Doni Ramdhani