Sudan Selidiki Serangan Udara yang Diduga Tewaskan Lebih dari 200 Penambang Emas

Otoritas Sudan menyelidiki dugaan serangan udara di kawasan tambang emas yang menurut laporan media menewaskan lebih dari 200 orang.

Sudan Selidiki Serangan Udara yang Diduga Tewaskan Lebih dari 200 Penambang Emas
Otoritas Sudan menyelidiki dugaan serangan udara di kawasan tambang emas yang menurut laporan media menewaskan lebih dari 200 orang.

INILAHKORAN – Otoritas Sudan memerintahkan penyelidikan atas dugaan serangan udara di kawasan pertambangan emas dekat perbatasan Mesir yang dilaporkan menewaskan lebih dari 200 orang.

Perintah penyelidikan tersebut dikeluarkan Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, pada Senin. Penyelidikan akan melibatkan sejumlah lembaga untuk mengungkap kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Ketua Dewan Kedaulatan Transisi memerintahkan pembentukan komisi yang melibatkan perwakilan dari kantor kejaksaan, kehakiman, dan keamanan, dengan tugas untuk menyelidiki peristiwa tersebut,” demikian keterangan otoritas Sudan.

Menurut laporan surat kabar Sudan Tribune pada Minggu, lebih dari 200 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) di sebuah kawasan pertambangan emas di wilayah barat laut Sudan.

Laporan tersebut mengutip keterangan para korban selamat yang menyebut serangan terjadi pada pagi hari dan menghantam sejumlah titik pertambangan emas di Distrik Shamal Al-Wadi.

Serangan itu dilaporkan menghancurkan tempat berlindung dan sejumlah lubang tambang yang saat kejadian ditempati para penambang.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada pihak yang secara resmi dinyatakan bertanggung jawab atas serangan mematikan itu. Penyelidikan yang diperintahkan Al-Burhan diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab serta pelaku serangan.

Insiden tersebut terjadi di tengah konflik bersenjata berkepanjangan yang melanda Sudan sejak 2023. Konflik melibatkan pasukan pemerintah Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF).

Pertempuran antara kedua pihak telah memperburuk situasi keamanan di negara tersebut. Dugaan serangan terhadap kawasan pertambangan emas itu menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada aktivitas pertambangan.

Penyelidikan otoritas Sudan menjadi langkah penting untuk memastikan kronologi kejadian, mengidentifikasi pihak yang terlibat, serta mengungkap jumlah korban secara lebih pasti.***


Editor : JakaPermana