Telur Puyuh di Menu MBG Ditengarai Penyebab Keracunan Massal Puluhan Siswa di Cirebon
Lebih dari 50 anak siswa yang keracunan dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk penanganan medis. Salah satunya di RS Siloam Putera Bahagia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Lebih dari 50 anak siswa yang keracunan dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk penanganan medis. Salah satunya di RS Siloam Putera Bahagia.
Agus Bachtiar merupakan salah satu orang tua yang membawa anaknya untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut.
Dia mengaku mendapat kabar anaknya muntah-muntah sekitar pukul 15.45 WIB. Setelah ditanya mengenai makanan yang dikonsumsi sebelumnya, anaknya menyebut menu makan bergizi gratis (MBG).
“Saya tanya anaknya habis makan apa? Anak saya jawab MBG. MBG-nya kenapa? Enggak enak. Apa yang dimakan? Telur. Telurnya kenapa? Dia jawab asem,” tutur Agus saat ditemui di RS Siloam Putera Bahagia, Selasa (20/10/2026) petang.
Agus kemudian menghubungi pihak sekolah untuk memastikan kondisi tersebut. Dari komunikasi dengan guru, ia memperoleh informasi bahwa siswa lain juga mengalami keluhan serupa.
“Oh iya, Pak, itu juga banyak yang dari SD,” kata Agus menirukan keterangan guru.
Menurut Agus, anaknya mengalami muntah, sementara beberapa siswa lainnya disebut mengalami diare. Informasi yang diterimanya juga menyebut keluhan tidak hanya dialami siswa SD Kalijaga Permai, tetapi berasal dari sekolah lain, termasuk TK Teratai.
Agus meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap makanan yang didistribusikan. Terutama terhadap menu telur puyuh yang menurut pengakuan sejumlah siswa terasa asem.
Serupa dengan yang diungkapkan orang tua siswa SD Kalijaga Permai, Donny Armando. Dia mengatakan, anaknya mulai mengalami muntah sekitar pukul 15.00 WIB. Padahal, saat pulang sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, kondisi anaknya masih normal.
“Anak saya pulang sekolah jam 12 masih normal, cuma jam 3-an sudah mulai muntah-muntah,” kata Donny saat ditemui di rumah sakit.
Menurut Donny, anaknya sebelumnya menyantap menu MBG berupa sayur sop dengan telur puyuh. Makanan tersebut dikonsumsi sekitar pukul 09.00 WIB saat jam istirahat sekolah.
Berdasarkan cerita anaknya, Donny menyebut makanan yang disantap saat itu memiliki bau tidak sedap.
“Kata anak saya sih sayur sop, tapi sopnya telur puyuh. Menurut pengakuan anak itu, sayurnya sudah bau,” ujarnya.
Hingga Selasa petang, siswa masih terus berdatangan untuk mendapatkan penanganan medis. Area bangsal perawatan dijaga petugas dan akses peliputan ke dalam ruangan dibatasi.
Penyebab keracunan para siswa itu masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan resmi pihak berwenang.
Editor : Doni Ramdhani
