Terganjal Lahan, 78 Unit Gerai KDMP di KBB Belum Terbangun
Pembangunan 165 gerai Koperasi Merah Putih di Bandung Barat baru mencapai 87 unit. Sebanyak 78 gerai belum terbangun akibat kendala lahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - pembangunan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bandung Barat belum berjalan sesuai yang diharapkan.
Dari total target pembangunan sebanyak 165 unit gerai, per Oktober 2026 baru 87 unit atau sekitar 52,7 persen yang telah terbangun. Artinya, masih tersisa 78 unit atau hampir setengah dari target yang belum dapat direalisasikan.
Kendala utamanya bukan pada kesiapan dana maupun tenaga pembangun, namun ketersediaan lahan yang memenuhi syarat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati menjelaskan, dari 87 unit yang sudah terbangun, sebanyak 65 unit telah mencapai progres 100 persen dan siap difungsikan.
"Namun sebanyak 22 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian pembangunan fisik," kata Sri, Sabtu (17/10/2026).
Sri menyebut, kendala terbesar yang dihadapi adalah pemenuhan syarat kelayakan lahan. Ia menjelaskan, lokasi pembangunan gerai KDMP tidak dapat ditentukan secara sembarangan.
"Lahan yang digunakan wajib memiliki status kepemilikan yang jelas, memenuhi persyaratan teknis bangunan, serta memperhatikan aspek keselamatan lingkungan sekitar," jelasnya.
Meski begitu, Sri menyebut, ketatnya kriteria ini wajar dilakukan agar keberadaan gerai koperasi benar-benar bermanfaat, aman dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Namun di lapangan, pemenuhan seluruh persyaratan tersebut membutuhkan waktu dan koordinasi yang tidak singkat dengan berbagai pihak terkait," ucapnya.
"Akibatnya, percepatan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan konstruksi, tetapi sangat bergantung pada ketersediaan lahan yang sah dan layak," ungkapnya.
Sri mengakui pihaknya terus berupaya memfasilitasi dan mendampingi pemerintah desa maupun kelurahan dalam mengidentifikasi serta memverifikasi calon lokasi pembangunan agar kendala ini dapat teratasi secara bertahap.
"Sambil berupaya menyelesaikan persoalan lahan, pemerintah daerah tidak menunda persiapan operasional koperasi," katanya.
Hingga saat ini, sambung Sri, sebanyak 76 manajer telah ditempatkan di berbagai wilayah untuk mengelola gerai yang sudah terbangun. Selain itu, pihaknya juga telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta uji kompetensi bagi pengurus dan pengawas koperasi.
Langkah ini diambil agar ketika seluruh gerai telah selesai dibangun, pengelola tidak hanya siap secara fisik bangunan, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial yang memadai.
"Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan koperasi," ucapnya.
"Pengelolaan yang baik diperlukan agar KDMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga mampu menjadi wadah pengembangan usaha masyarakat dan penguatan ekonomi di tingkat desa maupun kelurahan," ungkapnya.
"Dengan demikian, pembangunan fisik dan kesiapan pengelola harus berjalan beriringan. Di satu sisi belum selesai diselesaikan, sisi lain sudah dipersiapkan agar saat gerai berdiri benar-benar berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan warga," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
