Tersebar di Pasar Domestik, Produk Pupuk Organik BIO Mampu Tembus Pasar Ekspor
PT Bandung Inovasi Organik (BIO) terus mengembangkan produk pupuk organik buatannya. Bahkan, hasil inovasinya sudah menembus pasar ekspor hingga tiga kali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PT Bandung Inovasi Organik (BIO) terus mengembangkan produk pupuk organik buatannya. Bahkan, hasil inovasinya sudah menembus pasar ekspor hingga tiga kali.
Direktur Utama BIO Mulki Mulyana mengatakan, tahun ini pupuk organik buatannya yang dinamai Bio Soltamax ke tiga negara. Dua di antaranya yakni negara di benua Afrika.
"Tahun ini sudah tiga kali pengiriman ke Timor Leste, Mozambique, dan Nigeria," kata Mulki saat ditemui di pabrik pupuk organik di Kampung Babakan, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 16 Agustus 2024.
Menurutnya, sebelum mengekspor BIO sejauh ini mampu memenuhi kebutuhan pupuk organik dalam negeri. Dengan skema keagenan, Mulki mengaku produknya sudah tersebar di seluruh negeri.
"Bio Soltamax ini sudah tersebar di seluruh Indonesia serta telah diekspor ke beberapa negara salah satunya ke benua Afrika.
Di Mozambique itu hasilnya luar biasa. Dari sebelumnya hanya bisa memproduksi 4 ton, dari lahan sawah mereka sekarang padinya bisa menghasilkan 7 ton," ujarnya.
Terkait kapasitas produksi, Mulki menuturkan saat ini BIO memiliki dua pabrik yakni di Kabupaten Bandung dan Cirebon. Dari dua pabrik tersebut, BIO mampu menghasilkan 500 ribu cube per bulan. Namun, jumlah itu diakuinya bisa dilipatgandakan jika kebutuhannya meningkat.
"Kalau memang kebutuhannya besar, otomatis kita bisa meningkatkan hingga 1 juta cube per bulan," tambahnya seraya menyebutkan bahan baku yang digunakan untuk memproduksi pupuk organik itu seratus persen asli dari Indonesia.
Sedangkan, General Manager BIO Moch Yasan menargetkan pihaknya bisa menyuplai dua kontainer atau setara dengan 500 ribu cube ke pasar Afrika pada 2025.
"Nilainya bisa sampai US$2 juta. Produk kami ini karena inovatif jadi punya kapasitas pengiriman yang besar dengan biaya yang murah. Ini juga andalan Kabupaten Bandung untuk proyeksi ekspor produk unggulan. Pupuk ini satu-satunya pupuk yang didampingi, di-coaching Kementerian Perdagangan. Jadi ini kebanggaan buat Kabupaten Bandung," katanya.
Dalam waktu dekat, produk pupuk oganik BIO itu mendapat kesempatan mengikuti expo di Indonesia Afrika Forum (IAF) 2024 pada 1-3 September di Bali.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku bangga produk pupuk organik dari Kabupaten Bandung bisa diekspor hingga ke Mozambique dan Nigeria di Afrika.
Dia menyebutkan hal tersebut saat menghadiri ekspor perdana Bio Soltamax produk pupuk yang diproduksi BIO dan didistribusikan PT Solusi Tani Makmur.
"Hari ini saya berkunjung ke pabrik Bandung Inovasi Organik yang tentunya ini berdomisili di Kabupaten Bandung dengan memproduksi pupuk organik super active," ujarnya.
Serupa dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendasah berharap produk Bio Soltamax dapat dinikmati para petani di Kabupaten Bandung.
"Kita ke depan bisa kerja sama, bersinergi, namun kami meminta demplot dulu. Demplot di beberapa kecamatan yang mungkin nantinya kalau sudah demplot, bisa dirasakan petani, nantinya kami tidak salah untuk merekomendasikan," tutur Ningning.
Editor : Doni Ramdhani
