Tidak Hanya BIUTR, Bey Machmudin Sebut Banyak Rencana Disiapkan Guna Benahi Transportasi
Tidak hanya Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) atau tol dalam Kota Bandung, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut, banyak rencana yang dipersiapkan guna membenahi transportasi di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tidak hanya Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) atau tol dalam kota Bandung, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut, banyak rencana yang dipersiapkan guna membenahi transportasi di Jabar.
Bey Machmudin mengungkapkan, hasil pertemuan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono belum lama ini tidak hanya berupaya merampungkan wacana BIUTR yang mangkrak 17 tahun, tetapi juga konsep besar lainnya.
Contohnya kata Bey Machmudin, Mass Rapid Transit (MRT) rute Jakarta-Cikarang yang tengah diupayakan difinalisasi agar segera beroperasi. Termasuk Inpres Jalan Daerah (IJD), revitalisasi jembatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung yang melintasi Sungai Citarum, serta revitalisasi Jalan Parungpanjang berikut rencana pembangunan jalan tol untuk truk tambang di Kabupaten Bogor tersebut.
"Jadi ada beberapa, kita harus melihat. Secara garis besar, kami ingin Jawa Barat lebih baik lagi. Semua hal. Termasuk transportasi," ujar Bey Machmudin usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Jawa Barat, Jumat 1 Maret 2024 lalu.
Dia berharap, dengan adanya pembenahan pada moda transportasi massal dapat memantik minat masyarakat untuk beralih, dari penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
Upaya ini sekaligus diharapkan mampu mengurai kemacetan, khususnya di Bandung Raya. Sebab diakuinya, saat ini volume jalan sudah tidak mampu lagi menampung jumlah kendaraan.
"Kita ingin tidak hanya bangun jalan tol tapi juga transportasi publik lainnya di Bandung Raya dan Jawa Barat," ucapnya.
Tidak hanya mengupayakan pembangunan infrastruktur, pengelolaan skema transportasi publik juga harus dipikirkan kata dia, supaya masyarakat nyaman menggunakannya.
"Kita ingin masyarakat juga terbiasa menggunakan kendaraan publik yang aman, nyaman dan tepat waktu. Kendaraan publik, kalau macet masyarakat juga enggan, balik lagi ke kendaraan pribadi atau motor. Kami inginnya Jabar jadi contoh, masyarakat beralih ke transportasi publik," harapnya.
Sementara mengenai revitalisasi Jalan Parungpanjang, Bey Machmudin mengaku telah meminta Pj Sekda Jabar Muhammad Taufiq Budi Santoso dan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Bambang Tirtoyuliono untuk menindaklanjuti.
Jangan sampai kata dia, momentum keinginan Kementerian PUPR yang tengah bersemangat membantu Jawa Barat disia-siakan.
"Jadi semua bola ada di kami. Jadi kami harus siap siaga. Pak Menteri (PUPR, Basuki Hadimuljono) serius dan balik menantang kami untuk segera selesaikan, terutama Jalan Parungpanjang," ungkapnya.
Apalagi saat ini pengerjaan Jalan Parungpanjang kata Bey Machmudin, tinggal dilimpahkan kepada pengembang agar segera diselesaikan.
"Terkait dengan pihak swasta, bertemu melakukan MoU dan sebagainya. Trase sudah ada, jadi harus segera ditindaklanjuti," terangnya.
Harapannya, dengan diselesaikan masalah infrastruktur jalan di Parungpanjang, masalah antara masyarakat dan truk tambang dapat teratasi. Khususnya dalam menjamin keselamatan masyarakat yang berkendara di jalan tersebut.
"Kalau tidak ada jalan tambang (tol), kasihan masyarakat. Apalagi kalau (Jalan Parungpanjang) sudah bagus, truk semakin nyaman (membahayakan pengendara lain). Maka tetap harus ada jalan (tol khusus) tambang," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian PUPR memastikan, proyek pembangunan tol BIUTR berlanjut dan tidak lagi hanya sebatas wacana.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya telah membicarakan komitmen terkait akselerasi pembangunan infrastruktur, termasuk tol dalam Kota Bandung.
"Untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung, kami sepakat untuk melanjutkan Bandung Intra Urban Tol Road," kata Basuki dalam keterangan resmi.
PUPR akan memulai proses untuk membantu percepatan pembangunan tol yang sudah mangkrak hampir 17 tahun tersebut dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Jadi akan kita lelangkan segera, kita meneruskan untuk mengatasi kemacetan di Bandung," ucapnya.
Selain tol dalam Kota Bandung atau BIUTR, Kementerian PUPR juga melakukan empat kesepakatan dengan Pemprov Jabar. Salah satunya peningkatan jalan tambang di Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Meski kata Basuki, juga harus disertai dengan komitmen Pemprov Jabar untuk mengeksekusi jalan tambang tersebut.
"Kami akan laksanakan peningkatan jalan provinsinya. Nanti kami bantu," tuturnya.
Selanjutnya kata Basuki adalah pembangunan jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas), dimana pihaknya menargetkan pemenang lelang akan diketahui pada Juli mendatang, supaya proses pembangunan jalan tol tersebut bisa segera dilaksanakan.
Dia menambahkan, pihaknya mendapat laporan jika saat ini akan dilakukan addendum kualifikasi dan penambahan desain jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut.
"Sehabis itu, setelah lebaran, April pertengahan akan dilelang. Kalau lelang itu dua bulan berarti Mei-Juni, Juli bisa ada pemenangnya. Dengan pemenangnya akan segera kita laksanakan konstruksinya," terangnya.
Kesepakatan selanjutnya adalah terkait dengan adanya Inpres Jalan Daerah, dimana PUPR harus memastikan adanya peningkatan anggaran untuk perbaikan jalan milik provinsi serta kota/kabupaten.
"(Anggaran) Akan jauh lebih besar dibanding Tahun 2023. Usulannya ada Rp1,2 triliun untuk perbaikan jalan inpres di Jawa Barat ini," ungkapnya.
Terakhir kata Basuki adalah mengenai Inpres Air Minum dan Pengelolaan Air Limbah, yang dinilainya bisa dimanfaatkan Pemprov Jabar. Saat ini ada lima kabupaten/kota di Jabar yang belum memasukan programnya, antara lain Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Cirebon dan Sukabumi.
"Itu yang jadi fokus, untuk bisa kita kolaborasikan antara pemerintah pusat dan Jawa Barat. Ini kesempatan yang baik dengan adanya Pak Gubernur, Pak Bey ini," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

