Tiga Hari Pencarian, Pemancing yang Tenggelam di Waduk Cirata KBB Ditemukan Tewas

Pemancing bernama Irfah Sanusi ditemukan tewas di Waduk Cirata, KBB, setelah tiga hari pencarian. Polisi masih mendalami kronologi kejadian.

Tiga Hari Pencarian, Pemancing yang Tenggelam di Waduk Cirata KBB Ditemukan Tewas
Pemancing hilang di Waduk Cirata ditemukan meninggal, Irfah Sanusi tengah dievakuasi.

INILAHKORAN.ID - Nasib nahas menimpa Irfah Sanusi (30) warga Kampung Cikokosan, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat yang tewas tenggelam di kawasan PLTA Waduk Cirata, Blok Cisuru, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Jasad pemancing ini baru ditemukan oleh tim gabungan setelah tiga hari pencarian. Korban ditemukan dalam keadaan mengambang di perairan tidak jauh dari tempat terakhir kali ia terlihat oleh rekan-rekannya.

Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Suandi menjelaskan, peristiwa bermula pada Jumat (16/10/2026) malam. Saat itu korban pergi memancing bersama dua orang lainnya ke lokasi tersebut. 

"Sekitar pukul 21.00 WIB, rekan korban beserta anak korban memilih beristirahat di lapak, sementara korban diketahui tetap berada di tepi perairan untuk melanjutkan kegiatannya sendirian," kata Suandi, Senin (19/10/2026).

Ketika keesokan harinya, tepatnya Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, rekan korban terbangun dan korban sudah tidak terlihat di lokasi. 

"Yang tersisa hanya joran pancing, jaket hitam yang tergantung, serta celana panjang milik korban yang ditemukan dalam kondisi basah di tepian," ujarnya.

Pencarian segera dilakukan di sekitar lokasi namun tidak membuahkan hasil, sehingga pihak keluarga dan kepolisian menduga kuat korban tergelincir dan tenggelam ke dalam perairan.

Suandi mengungkapkan, upaya pencarian dilakukan terus-menerus selama tiga hari hingga akhirnya pada Senin (19/10) pagi jenazah korban terlihat mengambang dan langsung dievakuasi oleh personel Polsek Cipeundeuy bersama Tim Basarnas Provinsi Jawa Barat. Setelah tiba di daratan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga. 

"Keluarga korban telah menyampaikan keberatan untuk dilakukan pemeriksaan otopsi terhadap jenazah korban, dan hal ini telah diketahui serta disaksikan oleh Kepala Desa setempat," bebernya.

"Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan sesuai prosedur adat setempat. Pihaknya hingga saat ini masih mendalami keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian secara utuh dan akurat," sambungnya.


Editor : Ahmad Sayuti