Timnas Indonesia Fokus Latihan Set Piece di Jakarta Jelang Laga Kontra China
Tim Nasional Indonesia terus mengasah strategi dan kekompakan menjelang laga krusial menghadapi China pada Kamis mendatang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Tim Nasional Indonesia terus mengasah strategi dan kekompakan menjelang laga krusial menghadapi China pada Kamis mendatang.
Setelah hampir sepekan menjalani pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar, skuad Garuda Muda kini melanjutkan latihan di Jakarta dengan materi yang lebih spesifik—terutama set piece atau bola mati, yang menjadi salah satu andalan untuk membobol pertahanan lawan.
"Latihan kami akan lebih spesifik, lebih banyak set piece dan kami siap menghadapi China," ujar pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, dalam keterangannya di Sanur, Denpasar, Bali, seperti dikutip dari ANTARA.
Set piece merupakan taktik penting dalam sepak bola modern yang bisa menjadi penentu kemenangan, terlebih saat berhadapan dengan tim tangguh seperti China.
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa dirinya dan tim pelatih telah mengamati permainan China secara menyeluruh, baik komposisi sebelas pemain inti maupun mereka yang berada di bangku cadangan.
"Secara global dan garis besar saya tahu bagaimana mereka main tapi yang penting adalah bagaimana pemain kami bermain," imbuh Kluivert dengan nada optimis.
Latihan lanjutan tersebut berlangsung di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, yang menjadi tempat pemusatan latihan lanjutan menjelang pertandingan.
Keputusan memfokuskan latihan pada taktik bola mati menunjukkan keseriusan Timnas dalam menyiapkan berbagai skenario pertandingan.
Skuad yang terdiri dari 28 pemain telah bertolak dari Bali ke Jakarta pada Sabtu (31/5) setelah menjalani kamp latihan sejak Senin (26/5).
Pemusatan latihan kali ini tergolong lebih panjang dibandingkan saat Timnas menghadapi Australia dan Bahrain sebelumnya, sebagai upaya memperkuat chemistry antarpemain.
Sebelum bertolak dari Bali, suasana haru dan hangat mengiringi perpisahan para pemain dengan masyarakat setempat.
Bertempat di salah satu hotel bintang lima kawasan Pantai Sanur, para pemain disambut dan diantar oleh panitia dengan tradisi khas Bali—mengenakan udeng, gamelan gong bleganjur, serta pertunjukan dua penari Bali yang turut memeriahkan acara.
Beberapa pemain bahkan ikut menari kecil, menandakan kedekatan emosional dengan warga setempat.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
