Timnas Indonesia Wajib Menang Lawan Bahrain Demi Jaga Asa ke Piala Dunia 2026, Ketua SIJ: Lawan Bahrain Harus Tiga Poin
Ketua Sepakbola Indonesia Juara (SIJ), Hendri Satrio, menegaskan bahwa Timnas Indonesia harus meraih kemenangan saat menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (25/3) pukul 20.45 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Sepakbola Indonesia Juara (SIJ), Hendri Satrio, menegaskan bahwa Timnas Indonesia harus meraih kemenangan saat menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (25/3) pukul 20.45 WIB.
Hasil positif dalam laga ini akan menjadi penentu bagi Garuda untuk tetap menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
“Lawan Bahrain harus tiga poin dan semoga menang ya, kalau hitung-hitungan di atas kertas kita bisa peringkat ketiga, keempat dengan catatan kita menang lawan Bahrain dan kita menang lawan China,” ujar Hendri Satrio dikutip dari ANTARA.
Pernyataan ini disampaikan setelah kekalahan telak Indonesia dari Australia dengan skor 1-5 di Stadion Sepak Bola Sydney pada Kamis (20/3). Kekalahan tersebut membuat posisi Indonesia di klasemen semakin terjepit.
Salah satu faktor yang membuat Hensa—sapaan akrab Hendri Satrio—tetap optimistis adalah kehadiran pemain naturalisasi baru, Ole Romeny.
Penyerang kelahiran Belanda tersebut berhasil mencetak gol pada debutnya melawan Australia, sebuah pertanda positif bagi lini serang Garuda.
“Kalau mainnya Ole Romeny seperti lawan Australia tadi, mudah-mudahan dia bisa cetak lebih banyak gol di sana. Mudah-mudahan juga bisa semakin klop dengan Struick ya,” tambah Hensa.
Selain berharap pada ketajaman Romeny, Hensa juga menyoroti lemahnya koordinasi di lini belakang Indonesia, yang menjadi faktor utama kebobolan lima gol dari Australia.
“Kalau kita lihat memang semua gol yang terjadi saat melawan Australia itu kan akibat ketidakompakan pemain belakang, dan kita itu main di kandang lawan ya, 10 menit pertama tuh confidencenya luar biasa, jadi ini harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Kekalahan telak dari Australia juga memunculkan keraguan di kalangan publik tentang kemampuan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
Namun, Hensa meminta semua pihak untuk bersabar karena Kluivert masih dalam proses mengenal tim dan meracik strategi terbaiknya.
“Dia itu kan baru mulai dan komunikasi antar pemain belum terjadi, dia juga belum kenal pemain-pemain secara mendalam, kita tunggu saja. Saya mengerti jika ada kekecewaan, enggak ada alasan lah kita maunya dia (Kluivert) menang kan? Saya juga pingin menang, tapi kita tunggulah sampai nanti Bahrain,” ungkap Hensa.
Saat ini, Timnas Indonesia berada di posisi keempat dengan enam poin dari tujuh pertandingan. Garuda tertinggal tiga poin dari Arab Saudi di posisi ketiga, empat poin dari Australia di posisi kedua, dan terpaut 13 poin dari Jepang yang sudah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.
Untuk bisa lolos, Indonesia harus finis minimal di peringkat keempat agar bisa melaju ke putaran keempat kualifikasi. Sementara itu, dua tim teratas akan langsung mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2026.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
