Tinjau Lokasi Banjir di Giriasih Batujajar, DPRD KBB Temukan Banyak Fakta ini

Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan peninjauan lokasi banjir di Kampung Cibeber Hilir RW02 dan 03, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Minggu 13 April 2025.

Tinjau Lokasi Banjir di Giriasih Batujajar, DPRD KBB Temukan Banyak Fakta ini
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi, Wakil Ketua Komisi II Syifa Purnama Dewi, dan Ketua Komisi IV Nur Djulaeha. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan peninjauan lokasi banjir di Kampung Cibeber Hilir RW02 dan 03, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Minggu 13 April 2025.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi, Wakil Ketua Komisi II Syifa Purnama Dewi, dan Ketua Komisi IV Nur Djulaeha.

"Hari ini kita mengambil langkah cepat guna menindaklanjuti persoalan banjir di RW 02 dan 03, Kampung Cibeber Hilir pada Jumat 11 April 2025 dan sempat viral di media sosial," kata Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys saat ditemui di lokasi, Minggu 14 April 2015.

Berdasarkan hasil peninjauan, sebut Pither, banjir di Kampung Cibeber Hilir dipicu adanya saluran air yang tersumbat sampah dan material lumpur dari kawan hulu.

"Dari pengakuan warga, ditemukan banyak sampah mulai dari bambu, kasur hingga kursi yang tergerus air sehingga membuat air tidak mengalir dengan lancar," sebutnya.

Oleh karena itu, sambung Pither, pihaknya mengintruksikan UPT Irigasi Wilayah 2 untuk melakukan pemeriksaan air bersama Pemerintah Desa Giriasih untuk memastikan kendala yang terjadi.

"Jika ada persoalan, salah satunya pabrik-pabrik yang memperkecil saluran air ketika melakukan pembangunan. Maka, akan serahkan kewenangannya ke Komisi II," ujarnya.

"Nantinya, kita akan membuat komisi gabungan untuk menindaklanjuti hal tersebut," sambungnya.

Selain itu, kesalahan ini bukan karena saluran air saja melainkan kurangnya kerja sama antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

"Kerja sama ini harus ditingkatkan dan itu harus dimulai dari kepala desa dan camat. Karena mereka harus bisa memberi contoh bagaimana menjaga saluran air inu agar tidak terjadi banjir," katanya.

"Begitu turun hujan itu mereka harus turun ke lapangan dan melihat, begitu mampet harus segera dibersihkan agar tidak meluap seperti kemarin," lanjutnya.

Sementara itu, terkait kondisi penyumbatan saluran air yang ada di SMK Mahardika, pihaknya tidak bisa memastikan secara langsung kondisi di dalamnya lantaran sekolah sedang libur.

"Namun, Komisi IV yang memiliki kewenangan tentunya harus masuk dan melihat kondisinya. Sedangkan, untuk pabrik-pabrik nanti bakal dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Komisi II," paparnya.

"Jadi ketika sudah diketahui titik permasalahannya, nanti akan kita desain solusinya bersama dinas terkait," ujarnya.

Selain itu, lanjut Pither, pihaknya juga bakal melakukan pengecekan perizinan kepada pihak DT Memorial Park dan The Awani Residence 3 dalam waktu dekat.

"Kita akan jadwalkan komisi gabungan melakukan pengawasan. Sebab, menurut penuturan Kades Giriasih ada salah satu kawasan lahan yang sudah digunduli yang mengakibatkan hilangnya wilayah resapan air," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga terdampak banjir di Kampung Cibeber Hilir RW 02 dan RW 03, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) geram lantaran tak kunjung ada perhatian dari pemerintah.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat pada Jumat 11 April 2025 siang lalu membuat sungai Cihaur meluap dan memicu terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Sedikitnya, sebanyak delapan rumah dan lahan pesawahan seluas 5.000 meter persegi di Kampung Cibeber Hilir RW 02 dan RW 03 terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata mencapai 50 sentimeter.


Editor : Doni Ramdhani