TPA Mudah Terbakar di Musim Kemarau, DLH Cirebon Tingkatkan Mitigasi
DLH Kabupaten Cirebon rutin melakukan pengawasan di lokasi TPA untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di musim kemarau
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Puncak musim kemarau, potensi kebakaran meningkat. Selain kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), timbunan sampah di TPA yang mengeluarkan gas metana juga berpotensi terbakar.
Untuk mengantisipasi kebakaran di TPA, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon sudah melakukan koordinasi dan mitigasi penanggulangan dengan berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Fokus kami mengantisipasi munculnya titik panas, kebakaran lahan, serta kebakaran di tempat pemrosesan akhir,” kata
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono, seperti dikutip dari Antara, Rabu (8/7/2026).
Dede mengatakan TPA memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau, karena timbunan sampah menghasilkan gas metana yang mudah terbakar ketika suhu udara meningkat.
Untuk mengurangi risiko tersebut, DLH menerapkan metode semi sanitary landfill dengan menutup timbunan sampah menggunakan lapisan tanah secara berkala agar pembentukan kantong gas metana dapat ditekan.
Selain itu, kata dia, petugas melakukan penyiraman area timbunan menggunakan truk tangki air sedikitnya dua kali sehari dengan volume yang disesuaikan agar suhu sampah tetap terkendali.
DLH rutin memantau potensi titik panas bersama instansi terkait serta mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun lahan selama musim kemarau.
Selain itu, masyarakat didorong mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA melalui pemilahan sampah dari rumah, terutama mengolah sampah organik menjadi kompos atau pakan maggot.
“Semakin sedikit sampah organik yang masuk ke TPA, semakin kecil pula potensi terbentuknya gas metana yang dapat memicu kebakaran,” ujarnya.
Editor : Ahmad Sayuti

