Zlatan Soroti Permainan Keras Paraguay: Kalau Saya Main, Sudah Kena 4-5 Kartu Merah
Zlatan Ibrahimovic menyoroti permainan keras Paraguay saat Prancis menang 1-0 dan lolos ke perempat final Piala Dunia 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Prancis harus bekerja keras sebelum memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026. Les Bleus menyingkirkan Paraguay 1-0 di Lincoln Financial Field, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Laga tersebut diwarnai permainan fisik keras Paraguay.
Gol semata wayang Prancis dicetak Kylian Mbappe melalui titik penalti pada menit ke-70. Hadiah penalti diberikan setelah Desire Doue dilanggar di dalam kotak terlarang. Wasit Ilgiz Tantashev baru menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR.
Namun, sorotan pertandingan bukan hanya tertuju pada kemenangan Prancis. Gaya bermain agresif Paraguay juga menjadi perhatian, termasuk dari legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic.
Mantan penyerang AC Milan itu mengaku terkejut dengan kerasnya duel yang tersaji sepanjang pertandingan. Menurut Zlatan, jika dirinya berada di lapangan, kemungkinan besar dia sudah diusir wasit.
"Kalau saya bermain malam ini, saya pasti sudah mendapat empat atau lima kartu merah," kata Ibrahimovic seperti dikutip dari sportskeeda, Minggu (5/7/2026).
Meski demikian, Zlatan justru memuji sikap para pemain Prancis yang tidak terpancing provokasi lawan.
"Prancis tetap tenang. Mereka santai, bahkan masih bisa tersenyum. Itulah cara terbaik merespons permainan seperti itu, tersenyum dan jangan masuk ke permainan mereka," ujarnya.
Sepanjang pertandingan, Paraguay memang mengandalkan pertahanan rapat dengan blok rendah dan hanya menguasai sekitar 24 persen penguasaan bola.
Disiplin bertahan yang dipadukan permainan keras sempat membuat lini depan Les Bleus frustrasi, apalagi kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting sebelum akhirnya takluk oleh penalti Mbappe.
Kerasnya permainan Paraguay juga membuat pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengambil langkah antisipasi pada menit-menit akhir. Dia meminta dua pemain bertubuh besar berada di sekitar Mbappe untuk melindungi sang kapten dari tekel-tekel lawan.
"Saya meminta dua pemain bertubuh paling besar berdiri di sekitar Kylian pada akhir pertandingan karena saya tahu mereka akan menebasnya. Tidak mudah menghadapi tim-tim Amerika Selatan. Mereka menggunakan segala cara untuk menang," ujar Deschamps.
Kemenangan tersebut mengantarkan Prancis ke perempat final untuk menghadapi Maroko pada 9 Juli di Boston.
Duel itu diprediksi berlangsung sengit, terlebih gelandang Maroko Brahim Diaz sebelumnya mengaku berharap bisa bertemu Prancis agar berkesempatan menghadapi rekan-rekan setimnya di Real Madrid.***
Editor : Gin gin T Ginulur
