14 Tim Lolos PIMNAS: Unpad Melaju Prestasi Diburu
DARI enam menjadi 14 tim, Unpad meningkatkan kiprahnya di PIMNAS 2026. Berbekal pembinaan intensif, Unpad kini membidik posisi lima besar nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Sebanyak 14 tim mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) bersiap membawa gagasan dan hasil kreativitas mereka ke panggung nasional. Setelah melalui pembinaan selama setahun, belasan tim tersebut berhasil melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2–7 November mendatang.
Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Unpad meloloskan enam tim. Capaian tersebut menempatkan Unpad pada peringkat keenam perguruan tinggi dengan jumlah tim terbanyak yang melaju ke PIMNAS 2026.
Bagi Unpad, peningkatan ini bukan sekadar pertambahan jumlah peserta. Ada proses panjang yang dilalui mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, menyusun proposal, menjalankan program, hingga mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Ini merupakan buah dari kerja keras yang telah diberikan selama satu tahun terakhir. Peningkatan ini juga memperlihatkan ketertarikan mahasiswa Unpad untuk dapat berprestasi yang semakin baik dari tahun ke tahun,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat, dan Bakat Mahasiswa Unpad, Dr. Gema Wibawa Mukti, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad, Senin (19/10).
Menurut Gema, keberhasilan meloloskan 14 tim tidak terlepas dari keterlibatan mahasiswa, dosen pendamping, tim PKM Centre, dan reviewer internal.
Setiap tim harus melewati seleksi internal sebelum memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, hingga akhirnya dinyatakan lolos ke PIMNAS.
Pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Mahasiswa mendapatkan pembekalan melalui pelatihan atau coaching, monitoring dan evaluasi secara berkala, serta masukan dari para reviewer. Dosen pendamping turut menemani proses tersebut, mulai dari penyusunan proposal hingga pelaksanaan program dan persiapan kompetisi.
“Proses pembinaan dilakukan secara intensif, mulai dari pembekalan melalui coaching dan monev (monitoring dan evaluasi) secara berkala, serta masukan dari para reviewer kepada mahasiswa, serta pendampingan intensif oleh tim PKM Centre, dosen pendamping dan tim reviewer internal Unpad. Proses ini dilakukan selama satu tahun penuh, mulai dari tahun 2025-2026,” jelasnya.
Persiapan menuju PIMNAS pun tidak berhenti setelah tim dinyatakan lolos. Unpad memberikan dukungan material dan nonmaterial agar mahasiswa dapat lebih fokus menghadapi kompetisi. Dukungan tersebut meliputi bantuan dana tunai (in-cash) dan barang atau fasilitas (in-kind) bagi setiap tim yang memperoleh pendanaan dari Belmawa.
Universitas juga menyiapkan dana apresiasi bagi tim yang berhasil menjadi finalis maupun meraih medali di PIMNAS ke-39. Dukungan ini diharapkan menjadi dorongan tambahan bagi mahasiswa untuk memberikan hasil terbaik setelah melewati rangkaian pembinaan yang panjang.
Tahun ini, Unpad memasang target lebih tinggi. Tidak lagi sekadar menambah jumlah tim yang lolos, universitas tersebut berupaya menembus lima besar nasional sekaligus mengoptimalkan perolehan medali dari tim-tim yang dinilai memiliki potensi. (gin)
Editor : Inilahkoran
