833 SPPG Ditutup, Penerima Manfaat Tetap akan Dapat MBG dari Dapur yang lain
Penerima manfaat MNG akan ttap menerima MBG dari SPPG lain aat 833 SPPG ditutup.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini raturan dapur MBG di beberapa Provinsi telah ditutup untuk sementara waktu oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
BGN emastikan penghentian sementara operasional 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar tidak akan mengganggu penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penerima manfaat.
"Kita pastikan apabila ada dapur yang ditangguhkan, maka penerima manfaat yang sebelumnya dilayani tidak akan kehilangan haknya. Kita berusaha agar layanan tersebut dapat ditutupi melalui dapur lain," jelas Kepala BGN Sudaryono.
Sudaryono menyebutkan penghentian sementara operasional SPPG merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola program MBG sekaligus memastikan seluruh layanan memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
BGN juga kini telah menyiapkan mekanisme redistribusi layanan agar peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya tetap memperoleh makanan bergizi secara berkelanjutan.
Saat ini BGN mengumumkan ada 833 SPPG yang dihentikan sementara, daput MBG ini terdiri atas 98 SPPG di Sumatra, 311 SPPG di Jawa dan Madura, serta 424 SPPG di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Penghentian ini dilakukan terhadap SPPG yang belum memenuhi standar kebersihan, sanitasi, instalasi pengolahan air limbah (ipal), maupun persyaratan teknis lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan MBG.
Langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi cakupan pelayanan, melainkan memastikan setiap makanan yang diterima masyarakat aman dikonsumsi dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan BGN.***
Editor : Irma Nurfajri
