Aksi Sadis di Kediri! Zakaria Menjerit, di Sampingnya Dua Anaknya Dihabisi Istri Sendiri
Betapa perih hati Muhammad Zakaria. Di sampingnya, dia mendengar jeritan dua orang anaknya. Keduanya meregang nyawa, diduga dihabisi istri Zakaria sendiri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Kediri – Betapa perih hati Muhammad Zakaria. Di sampingnya, dia mendengar jeritan dua orang anaknya. Keduanya meregang nyawa, diduga dihabisi istri Zakaria sendiri.
Peristiwa pembunuhan dua anak kandung sendiri itu terjadi di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa dinihari sekitar pukul 04.00 WIB.
Aparat Kepolisian Sektor Kota Kediri, Jawa Timur, kini menangani kasus pembunuhan dua anak kandung sendiri yang diduga dilakukan seorang ibu, istri Muhammad Zakaria sendiri.
Kepala Kepolisian Sektor Kediri Kota Komisaris Polisi Ridwan Sahara menjelaskan polisi mendapatkan informasi soal tindakan penganiayaan berat hingga korban meninggal dunia tersebut pada Selasa pagi sekitar jam 04.00 WIB.
Sejumlah anggota polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan terduga pelaku penganiayaan.
“Anggota ke lokasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, korban di RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Terduga pelaku serta saksi dibawa ke Polres Kediri Kota untuk pendalaman, memberikan keterangan yang diperlukan," katanya.
Ia menjelaskan kasus tersebut terungkap berawal dari suami terduga pelaku yang mendengar suara rintihan anak korban.
Saat kejadian, suami terduga pelaku, Muhammad Zakaria, dan kedua anaknya sedang tidur dan secara tiba-tiba istri korban, yakni ID, melakukan penganiayaan kepada kedua anaknya.
Suami korban yang mendengar rintihan anaknya langsung bangun dan kaget melihat istrinya membawa parang. Kemudian Zakaria mengamankan istrinya dan menghubungi keluarga serta RT dan polisi.
Kedua anak korban bernama Muhammad Balya (14) dan Binti (7) meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.
“Kondisi korban ini terluka parah. Dini hari itu langsung melakukan (penganiayaan) ke anak-anaknya tanpa diketahui suaminya. (Luka) di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya, tetapi yang parah luka di kepala,” katanya.
Ridwan menambahkan kondisi rumah pelaku juga memprihatinkan. Hanya ada satu kasur dan mereka bersama-sama tidur di tempat tersebut.
Hingga kini, rumah yang bersangkutan sudah diberi garis polisi. Petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan terkait kondisi psikologis korban yang disebut tetangga terkadang sering marah. (*)
Editor : Zulfirman
