Alquran Camp Tingkatkan Hafalan Siswa SMA Darul Hikam

Sebanyak 143 siswa kelas XI dan XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Darul Hikam mengikuti kegiatan Alquran Camp dengan tema "Bersama Alquran Melangkah Menuju Generasi Berahlak Berprestasi". Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari 28, 29 dan 30 September 2020.

Alquran Camp Tingkatkan Hafalan Siswa SMA Darul Hikam

INILAH, Bandung - Sebanyak 143 siswa kelas XI dan XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Darul Hikam mengikuti kegiatan Alquran Camp dengan tema "Bersama Alquran Melangkah Menuju Generasi Berahlak Berprestasi". Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari 28, 29 dan 30 September 2020.

Ketua Pelaksana Alquran Camp, Pupu Faridah mengatakan tujuan dari acara ini untuk meningkatkan atau mengakselerasi hafalan siswa supaya mereka lebih fokus dalam menambah hafalan Alquran tersebut. Program ini merupakan unggulan baru yang sudah dua tahun berjalan.

"Kalau SMA Darul Hikam setahun dua kali diadakannya. Misalnya, pada waktu semester I kelas X, dan semester II kelas XI dan XII dengan 12 penguji atau guru," ujarnya.

Dia mengatakan kegiatan Alquran Camp ini sangat penting dilakukan oleh siswa-siswi. Karena, di pembelajaran sehari-hari ada sebuah peralihan dengan pembelajaran yang lain selain Alquran.

"Jadi, mereka kurang fokus kalau ada pembelajaran yang lain. Alquran Camp dilakukan selama tiga hari, dari pagi sampai dzuhur dan semuanya tentang materi Alquran," ucap Pupu.

Dia menambahakan sebelum masuk SMA Darul Hikam, seluruh siswa akan melakukan tes Alquran terlebih dahulu. Hal ini untuk memperlancar hafalan atau bacaan Alquran tersebut. Ada tiga kelompok yang akan mengikuti tes ini, Aliy, Takmily dan Idadi.

Aliy adalah, hafalan atau bacaan Alqurannya sudah tinggi, Takmily adalah mereka yang menghafal dan membaca Alqurannya sedang atau pertengan dan yang terakhir adalah Idadi, mereka kurang dari sisi bacaan atau hafalan.

Setelah itu, mereka akan ditambah dengan hafalan dipembelajaran Alquran seperti biasa dan ditambah lagi dengan Alquran Camp selama tiga hari itu.

"Itu cukup efektif, kalau contohnya pembelajaran biasa anak hanya bisa menambah sesuai kemampuan siswa, ada yang dua sampai 10 ayat kalau di pembelajaran biasa, tapi kalau di Alquran Camp ini bisa sampai setengah surat atau satu surat, bagaimana kemampuan siswanya aja," paparnya.

Menurut Pupu, selama Alquran Camp dilaksanakan tidak ada kendala yang berarti, hanya kemampuan siswa yang beraneka ragam, ada yang cepat menghafalnya, ada yang menengah dan ada juga yang lambat.

"Kalau disebut kendala sebetulnya bukan kendala yang berarti, karena itu adalah kemampuan anak," imbuhnya.

Dia berharap semoga kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk siswa untuk melaksanakan lima kewajiban seorang muslim terhadap Alquran. Membaca, menghafal, memahami, mengamalkan dan mendakwahkan.

Relatif di Alquran Camp ini dua kewajiban itu bisa dilaksanakan, walaupun pembelajaran sehari-hari sudah dilaksanakan membaca dan menghafal, sedangkan memahami, mengamalkan dan mendakwahkan sudah ditunjang oleh program kesiswaan yang lain.

"Kemarin juga ada kegiatan munasoroh (menolong) ke korban banjir di Sukabumi dan pembukaannya bareng dengan Alquran Camp, jadi dari sisi mengamalkan dan mendakwahkan mungkin bisa melalui syiar bantuan sosial itu," pungkas Pupu. (Okky Adiana)


Editor : Zulfirman