Analisis Asep Sumantri: Kelelahan, Lapangan, dan Jarak Antarlini jadi Biang Kekalahan Persib Atas Malut United
Kekalahan Persib Bandung saat bertandang ke markas Malut United menyisakan banyak catatan penting untuk bisa menjadi bahan evaluasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - kekalahan Persib Bandung saat bertandang ke markas Malut United menyisakan banyak catatan penting untuk bisa menjadi bahan evaluasi.
Seperti yang diungkapkan legenda Persib Asep Sumantri, hasil minor itu bukan sekadar persoalan teknis semata. Melainkan akumulasi dari beberapa faktor krusial yang saling berkaitan.
Menurutnya, faktor utama yang paling terasa adalah kelelahan pemain. Padatnya jadwal pertandingan membuat kondisi fisik skuad Persib tidak berada di level ideal.
Situasi ini diperparah cuaca panas di Ternate yang terlihat jelas mempengaruhi intensitas permainan skuad Persib Bandung di lapangan.
“Kelelahan itu sangat kelihatan. Ditambah cuaca panas, pemain jadi tidak bisa bermain lepas seperti biasanya,” ujar Asep, Selasa 16 Desember 2025.
Ujeb panggilan akrabnya juga menilai kondisi lapangan tak luput jadi sorotan. Rumput Stadion Kie Raha yang dinilai berat dan tebal membuat aliran bola tidak berjalan normal.
Ia lantas secara khusus menyinggung proses terjadinya gol kedua Malut United. Kesalahan passing yang dilakukan Teja Paku Alam dinilainya bukan semata kesalahan individu, melainkan akibat pemain yang belum mampu beradaptasi dengan karakter lapangan.
“Passing terlalu pelan sampai bola berhenti. Itu karena kondisi rumput yang berat. Pemain belum sepenuhnya menyesuaikan,” katanya.
Dari sisi permainan, Ujeb menilai Persib tampil di bawah performa terbaiknya. Sejak menit awal, Maung Bandung lebih banyak berada dalam tekanan. Meski sempat memberikan perlawanan, struktur permainan mulai goyah memasuki menit ke-30 hingga 40.
“Lini-lini sudah tidak rapat. Jarak antarpemain terlalu jauh dan banyak ruang kosong, terutama di area pertahanan. Ini yang berbahaya,” kata Asep.
Minimnya komunikasi antarlini juga menjadi catatan penting. Ketika jarak antarpemain melebar, koordinasi pun ikut menurun, sehingga Malut United lebih leluasa memanfaatkan ruang yang tersedia dan mencetak dua gol sekaligus memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.
Namun di laga selanjutnya melawan Bhayangkara FC, Ujeb yang merupakan pemain Persib era 90an ini yakin Persib mampu bangkit.
Pertandingan ke-14 Persib Bandung di Super League 2025-2026 itu akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu, 21 November 2025.
Ia meyakini tim pelatih sudah melakukan evaluasi menyeluruh atas kekalahan tersebut, bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan menemukan solusi atas kekurangan yang ada.
“Evaluasi pasti sudah berjalan. Ini bukan soal menyalahkan siapapun, tapi melihat apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.
Bermain di kandang sendiri, mental dan kepercayaan diri pemain dinilai harus ditingkatkan. Ujeb menekankan pentingnya Persib menunjukkan karakter dan kebesaran nama klub di hadapan Bobotoh.
“Persib harus mengembalikan kepercayaan diri dan membuktikan kepada Bobotoh bahwa nama besar Persib itu masih kuat,” pungkasnya.
Terkait kemungkinan rotasi pemain, Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih. Menurutnya, rotasi adalah bagian dari strategi dan harus disesuaikan dengan kebutuhan tim serta rencana permainan yang akan diterapkan.
“Rotasi itu kebutuhan strategi. Semua tergantung pelatih, siapa yang paling siap dan cocok untuk pertandingan nanti,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
