Antisipasi Megathrust, 900 Warga Kabupaten Bogor Dikader jadi Relawan BPBD Kabupaten Bogor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Bogor mengajak masyarakat luas untuk meminimalisir dampak dari gempa bumi berukuran sangat besar atau megathrust.

Antisipasi Megathrust, 900 Warga Kabupaten Bogor Dikader jadi Relawan BPBD Kabupaten Bogor
"Potensi megathrust ada, apalagi Kabupaten Bogor memiliki berapa sesar yang aktif. Oleh karena itu, pada 2024 ini kami melatih sebanyak 900 orang relawan bencana alam," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat kepada wartawan, Senin 30 September 2024. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Bogor mengajak masyarakat luas untuk meminimalisir dampak dari gempa bumi berukuran sangat besar atau megathrust.

Apalagi, BPBD Kabupaten Bogor mengindikasikan daerahnya memiliki tiga patahan pada lapisan bumi yang masih bergerak dan bergeser (sesar) yang aktif yaitu sesar Baribis, sesar Cimandiri, dan sesar Lembang.

"Potensi megathrust ada, apalagi Kabupaten Bogor memiliki berapa sesar yang aktif. Oleh karena itu, pada 2024 ini kami melatih sebanyak 900 orang relawan bencana alam," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat kepada wartawan, Senin 30 September 2024.

Ade Hasrat menuturkan, potensi megathrust terus disosialisasikan ke masyarakat oleh jajarannya, apalagi jumlah kecamatan berpotensi terdampak megathrust.

"Sesar Baribis, sesar Cimandiri dan sesar Lembang itu membentang luas dari Bandung, Garut, Sukabumi, Tangerang Selatan, Bogor, Bekasi hingga Majalengka. Mulai beberapa kecamatan dari Bogor Barat, Selatan, Cibinong hingga Bogor Timur rawan terdampak bencana alam megathrust," tutur Ade Hasrat.

Ia menjelaskan, hingga kini ancaman bencana alam gempa bumi belum bisa diprediksi, masyarakat patut saspada namun jangan berlebihan.

Untuk itu, kontijensi dan mitigasi bencana alam gempa bumi harus dilakukan dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Dari 435 desa dan kelurahan kita baru membentuk 103 desa tangguh bencana (Destana), sementara 40 kecamatan semuanya sudah termasuk kecamatan tangguh bencana (Kencana). BPBD Kabupaten Bogor di tahun ini belum menambah alat-alat tanggap bencana alam," jelas mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor tersebut.


Editor : Doni Ramdhani