Prediksi Ancaman Gempa Megathrust Kian Matangkan Mitigasi PVMBG
Prediksi ancaman gempa bumi yang bersumber dari zona penunjaman busur Sunda, terutama dari zona megathrust di selatan Jawa dengan kekuatan mencapai 8 magnitudo kian mematangkan mitigasi PVMBG
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Prediksi ancaman gempa bumi yang bersumber dari zona penunjaman busur Sunda, terutama dari zona megathrust di selatan Jawa dengan kekuatan mencapai 8 magnitudo kian mematangkan mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Melalui perhitungan skenario terburuk oleh para ahli kata Koordinator Mitigasi gempa Bumi dan Tsunami PVMBG Supartoyo, memberikan mereka bahan untuk memitigasi gempa dan tsunami.
Badan Geologi kata Supartoyo, menggunakan data tersebut untuk menyusun Peta Kawasan Rawan Bencana gempa Bumi (KRBG) dan Peta Kawasan Rawan Bencana Tsunami (KRBT).
"Menurut catatan data Geologi dan beberapa referensi, di selatan Jawa itu hingga kini belum pernah kekuatan gempa buminya mencapai magnitudo delapan, adapun yang terjadi di selatan Jawa Barat dan selat Sunda sekitar 1903 kalau tidak salah magnitudo 7,9," ujarnya baru-baru ini.
gempa bumi dan tsunami, hingga kini belum dapat diprediksi menyangkut waktu, kekuatan dan lokasinya, sehingga upaya terbaik yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan upaya mitigasi yang dilakukan secara struktural dan non struktural.
Mitigasi struktural, kata dia, dapat dilakukan melalui pembangunan fisik untuk dapat mengurangi jenis-jenis bahaya gempa bumi dan tsunami.
"Mitigasi non struktural, dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pemerintah setempat dan penduduk yang bermukim dan beraktivitas di KRBG dan KRBT guna menghadapi ancaman potensi bencana gempa bumi dan tsunami," ucapnya.
Selain itu, sebaiknya disusun regulasi khusus tentang mitigasi bencana, bisa dalam bentuk Perda, Pergub atau Perbup. Sebab, kalau tidak ada regulasi, kata dia, akan sulit melakukan upaya mitigasi dan tata ruang secara baik.
"Regulasi ini harus dipisahkan dari bencana lain, jadi khusus untuk tsunami, misalnya bagi warga yang bermukim di kawasan rawan tsunami tinggi, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, itu diatur dalam regulasi tersebut," tandasnya.***
Editor : Bsafaat

