Antusias Bobotoh Tinggi Jika Persib Juara, Pemkot Bandung Waspada Potensi Kerusuhan

Pemkot Bandung menyiapkan dua skenario pengamanan terkait potensi konvoi Persib Bandung jika Persib juara.

Antusias Bobotoh Tinggi Jika Persib Juara, Pemkot Bandung Waspada Potensi Kerusuhan
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bandung menyiapkan dua skenario pengamanan terkait potensi konvoi Persib Bandung. Selain mengantisipasi euforia jika Persib juara, pemkot juga mewaspadai potensi kerusuhan apabila hasil pertandingan tidak sesuai harapan suporter.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pengamanan disiapkan menyusul tingginya antusiasme Bobotoh dalam menyambut laga penentuan juara Liga 1 musim 2025/2026.

“Konvoi Persib ini kita harus antisipasi dua hal. Satu, insya Allah mudah-mudahan kita diberi rezeki lagi oleh Allah untuk jadi juara,” kata Farhan, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, apabila Persib Bandung berhasil menjadi juara. Konvoi akan digelar berdasarkan hasil koordinasi bersama Pemprov Jawa Barat. Berdasarkan rencana sementara, arak-arakan akan dimulai dari Gedung Sate.

“Maka konvoinya ikut hasil rapat dengan wakil gubernur yang kemarin. Menurut informasi terakhir akan dimulai di Gedung Sate,” ucapnya.

Dia memastikan akan ikut langsung dalam pawai kemenangan tersebut. Situasi tahun ini, berbeda dibanding musim lalu ketika Pemkot Bandung menjadi tuan rumah utama perayaan.

“Nah karena tuan rumahnya Gedung Sate, jadi saya wajib ikut pawai. Beda sama tahun lalu, tahun lalu kan saya tuan rumahnya jadi wajib menjaga,” ujar dia.

Rute konvoi, sambung dia direncanakan bergerak dari Gedung Sate menuju Gedung Merdeka. Setelah itu, piala akan dibawa menuju Pendopo Kota Bandung.

“Saya akan ikut pawai dari Gedung Sate ke Gedung Merdeka, dari Gedung Merdeka terus pialanya akan diarahkan menuju ke pendopo sebagai tempat makan siang,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah antisipasi jika Persib Bandung gagal meraih hasil maksimal. Aparat keamanan akan tetap disiagakan mencegah potensi gangguan ketertiban.

“Kalau berita bagus, maka dikerahkan pengamanannya untuk menjaga antusiasme. Namun bagaimanapun juga, ada skenario tetap dijaga apabila tidak sesuai harapan. Katakanlah kita kalah, Borneo menang. Maka tetap harus ada antisipasi agar ekspansi kekecewaan tidak kemudian menjadi sebuah kerusuhan,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana