Atasi Kabut Asap Kiriman dari Indonesia, Malaysia Siapkan Langkah-langkah Ini
Malaysia menyiapkan langkah-langkah untuk menangani kabut asap kiriman dari karhutla dari Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Negara tetangga Malaysia sampai hari ini, Selasa, 20 Oktober 2026, terus bersuara mengenai Kabut asap Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kiriman dari Indonesia.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim baru-baru ini memimpin rapat untuk membahas penyempurnaan rencana aksi nasional hingga anggaran guna mengatasi kabut asap.
"Sore tadi (Senin, 19 Oktober 2026) saya memimpin Rapat Majlis Pengurusan Bencana Negara yang membahas secara terperinci situasi jerebu (kabut asap) saat ini yang masih mengkhawatirkan, serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah," ungkap Anwar Ibrahim.
Anwar menyampaikan bahwa rapat mendengarkan usulan penyempurnaan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional, khususnya terkait arahan penutupan sekolah serta persiapan awal Kementerian Pendidikan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar dapat terus berlangsung jika sekolah terpaksa ditutup selama beberapa hari.
"Saya tegaskan bahwa kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama, dengan langkah-langkah yang terstruktur untuk memastikan pendidikan mereka tidak terganggu," tegas Anwar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA), Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, dan Departemen Meteorologi Malaysia akan mematangkan usulan tersebut bersama Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan.
"Saya juga menegaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk operasi penyemaian awan hujan buatan akan dipenuhi guna mengurangi kabut asap," jelas Anwar Ibrahim.
Di Malaysia, Anwar menambahkan operasi penyemaian awan dijalankan hampir setiap hari bergantung pada kondisi awan yang memadai.
Rapat juga membahas mengenai kesiapan Malaysia menghadapi Musim Hujan Timur Laut yang diperkirakan membawa hujan lebat dan risiko banjir, serta ancaman Super El Nino yang diprediksi membawa cuaca panas dan kering ekstrem tahun depan.***
Editor : Irma Nurfajri
