Puskesmas di Wilayah Karhutla kini Diminta Kemenkes Wajib Buka Rumah Oksigen
Kemenkes kini minta Puskesmas di wilayah Karhutla mewajibkan menyediakan rumah oksigen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sudah memasukin 4 bulan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di Indonesia belum juga padam.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan 500 ribu masker tambahan untuk tiap provinsi terdampak kathutla.
Tidak hanya masker, Kemenker juga mengirim Oxygen Concentrator (OC) dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah, serta memperluas layanan rumah Oksigen.
"Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," tutur Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Menkes mengatakan pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di daerah terdampak asap tebal tidak boleh tertunda dan memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah.
Untuk memberi perhatian khusus kepada anak, ibu hamil, dan lansia, Kemenkes bersama pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan tenaga kesehatan setempat menyiagakan penjangkauan layanan posyandu ke rumah-rumah.
Menkes menjelaskan layanan posyandu ke rumah warga ini disiapkan untuk memastikan anak, ibu hamil, dan lansia, tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal saat masyarakat diimbau bertahan di dalam rumah.
Menkes juga meminta kepada tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada para pemadam kebakaran yang tengah bertugas yang membutuhkan layanan kesehatan di lapangan.
Kemenkes juga menerjunkan kembali tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) guna memantau distribusi bantuan, operasional rumah oksigen, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.***
Editor : Irma Nurfajri
