Cerita Pelaku UMKM Usai Mendapat Sertifikasi Halal dan Keterampilan Digital

Bagi banyak pelaku UMKM, sertifikasi halal kerap terasa seperti beban yang memberatkan. Padahal, hal itu pintu gerbang menuju pasar yang jauh lebih besar.

Cerita Pelaku UMKM Usai Mendapat Sertifikasi Halal dan Keterampilan Digital
Para pelaku UMKM di Jabar mendapat kesempatan sertifikasi halal gratis dan pelatihan digital dari Tokopedia dan TikTok Shop. (agus satia megara))

INILAHKORAN.ID - Bagi banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sertifikasi halal kerap terasa seperti beban birokrasi yang memberatkan. Padahal, saat ini hal itu sedang berubah menjadi pintu gerbang menuju pasar yang jauh lebih besar.

Ratusan UMKM di Jawa Barat kini tak lagi harus bingung memulai lantaran mereka difasilitasi secara penuh untuk mendapatkan sertifikasi halal sekaligus dibekali keterampilan berjualan daring yang mampu mendongkrak jangkauan konsumen secara signifikan. 

Melalui program kolaboratif 'WaktunyaSTARt JualanNyaman X HalalPreneur', Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat serta Kementerian Perindustrian membuktikan bahwa kepatuhan usaha dan pertumbuhan bisnis bukan dua hal yang saling bertentangan, namun dua sisi dari strategi yang sama. 

Acara itu menyasar 150 UMKM kuliner di Jawa Barat, sejalan dengan target pemerintah daerah setempat untuk mencapai 644.116 produk tersertifikasi halal pada tahun 2026.

Pemilik usaha Brownies Bella asal Bandung, Salma Nabila mengaku merasakan langsung perubahannya begitu produknya resmi bersertifikat halal. 

Menurutnya, sertifikasi halal menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan konsumen, sekaligus meningkatkan daya saing. 

"Sejak mengurus sertifikasi halal pada 2025, kami makin percaya diri dalam memasarkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas," kata Salma, Selasa (20/10/2026).

"Bagi kami, sertifikasi halal bukan sekadar memenuhi ketentuan, tetapi juga untuk membawa bisnis tumbuh lebih jauh dan berkesinambungan," ungkapnya. 

Cerita serupa datang dari wilayah yang jauh, Jeannete Langitan, pemilik ZanChips dari Minahasa Utara yang merasakan bahwa kepercayaan konsumen yang dibangun melalui kejelasan status kehalalan produk.

Menurutnya, jika dikombinasikan dengan konten digital yang tepat, mampu melipatgandakan jangkauan pasar tanpa harus menambah biaya promosi secara berlebihan. 

"Konten kreatif, baik yang kami produksi sendiri maupun lewat kolaborasi dengan affiliate creator, membantu kami memperkenalkan produk di Tokopedia dan TikTok Shop kepada konsumen baru," kata Jeannete.

"Strategi ini membantu meningkatkan penjualan sebesar 65% terutama saat momen besar seperti tanggal kembar," jelasnya. 

Jeannete menuturkan, angka pertumbuhan di tingkat nasional memperkuat pengalaman para pelaku usaha ini, di mana pesanan melalui siaran langsung (LIVE) di TikTok Shop naik 59%, sedangkan melalui video pendek melonjak 135% secara tahunan. 

"Artinya, produk yang baik dan terpercaya jika disampaikan melalui saluran digital yang tepat, dampaknya bisa berlipat ganda," sambungnya.

Sedangkan, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Vonny Susamto menyebut, program ini lahir dari pemahaman bahwa kepatuhan usaha tidak boleh menjadi penghambat pertumbuhan, melainkan pendorongnya. 

"Sertifikasi halal membantu meningkatkan kepercayaan konsumen, sementara keterampilan pembuatan konten digital bisa mendorong penjualan dan membangun brand," kata Vonny. 

"Melalui program ini, kami ingin pelaku usaha #JualanNyaman dengan memanfaatkan ekosistem discovery commerce untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan," ujarnya. 

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menambahkan, pemberdayaan yang sesungguhnya adalah yang membuat masyarakat mampu berdiri sendiri. 

"Pemberdayaan UMKM harus diwujudkan melalui langkah nyata. Kami mengapresiasi inisiatif Tokopedia dan TikTok Shop yang menggabungkan edukasi sertifikasi halal dengan keterampilan pemasaran digital untuk membantu UMKM memenuhi ketentuan yang berlaku dan memanfaatkan peluang ekonomi digital," kata Muhaimin. 

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar tidak ada UMKM yang tertinggal saat kewajiban sertifikasi halal berlaku penuh. 

"Kami terus mendorong kesiapan industri kecil dan menengah melalui sosialisasi regulasi, edukasi, pendampingan teknis dan sertifikasi halal," kata Faisol. 

"Kolaborasi bersama platform digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop seperti ini penting untuk membantu UMKM meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing produk ke depannya," ucapnya.

Diketahui, sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2024, program #WaktunyaSTARt #JualanNyaman telah memberdayakan 5.000 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku usaha mapan, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, hingga kaum muda yang baru memulai usaha.

Dengan total 14,68 juta produk bersertifikat halal di Indonesia dari 3,47 juta pelaku usaha saat ini, jalan yang masih panjang membutuhkan lebih banyak mitra yang bersamaan berjalan, bukan sekadar memberi bantuan, namun membangun kemandirian.


Editor : Doni Ramdhani