Sumedang Benahi Akses Wisata Jatigede, Jalan Lingkar Utara Jadi Prioritas

Pemkab Sumedang membenahi akses wisata Bendungan Jatigede, termasuk Jalan Lingkar Utara yang rawan longsor, untuk meningkatkan keselamatan dan kunjungan wisataw

Sumedang Benahi Akses Wisata Jatigede, Jalan Lingkar Utara Jadi Prioritas
Sebuah alat berat terparkir untuk melakukan penataan dan perbaikan infrastruktur penunjang di Lingkar Utara Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. ANTARA

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang memperkuat infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang untuk mengembangkan kawasan Bendungan Jatigede sebagai destinasi wisata unggulan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pemerintah daerah memprioritaskan penanganan pergerakan tanah di kawasan Jatigede melalui langkah antisipasi teknis untuk menjaga keselamatan masyarakat, terutama menghadapi potensi curah hujan tinggi.

"Pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi untuk menahan pergerakan tanah. Ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena menjamin keselamatan jiwa masyarakat dan akan segera diperbaiki demi menyelamatkan jiwa, terutama ini infrastruktur menuju wisata," kata Dony seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/10/2026).

Salah satu infrastruktur pendukung kawasan wisata tersebut adalah Jalan Lingkar Utara Jatigede. Jalan sepanjang sekitar 4,24 kilometer dengan lebar enam meter itu dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp89,63 miliar melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Wisata Offroad hingga Tebing Breksit

Selain memperkuat akses jalan, kawasan Bendungan Jatigede juga menawarkan wisata petualangan melalui layanan offroad Saung Situraja. Wisatawan dapat menjelajahi beragam medan, mulai dari kawasan hutan dan bendungan hingga Tebing Breksit Gunung Julang.

"Di sini ada wisata offroad, tinggal reservasi langsung berangkat. Durasi perjalanan kurang lebih satu setengah jam mengelilingi kawasan Jatigede. Jalurnya sangat bervariasi, melewati kawasan hutan, kawasan bendungan, hingga tebing breksit," ujarnya.

Pengelola menyediakan paket short trip selama sekitar 1,5 jam dengan tarif Rp600 ribu per jip berkapasitas empat orang. Sementara paket long trip berdurasi tiga jam ditawarkan dengan harga Rp800 ribu per jip, mencakup perjalanan menuju Tebing Breksit Gunung Julang dan pesisir Binong.

Fasilitas akomodasi juga tersedia melalui penginapan Green Garden. Kehadiran pilihan rekreasi dan tempat menginap tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Jatigede sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lebih beragam.

Di tengah pengembangan pariwisata, Dony mengingatkan pentingnya memastikan keselamatan akses jalan, terutama di Jalan Lingkar Utara Jatigede, Blok Pasirringkik, Kecamatan Cisitu, yang rawan longsor.

Ia meminta jajaran kewilayahan segera mengambil langkah pengamanan apabila hujan deras berpotensi membahayakan pengguna jalan. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga harus dilakukan untuk mengantisipasi risiko di lokasi.

"Jika terjadi hujan deras, Camat Cisitu agar segera menutup akses jalan tersebut dan berkoordinasi dengan Dishub serta BPBD. Harus ada petugas yang berjaga di lokasi," tegasnya.

Menurut Dony, penanganan darurat pada tebing serta pengendalian aliran air hujan diperlukan untuk mencegah longsor susulan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan infrastruktur pendukung pariwisata Jatigede dapat berfungsi optimal.

Pemkab Sumedang berharap pembenahan akses jalan dan penguatan fasilitas wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya mitigasi bencana. Dengan demikian, kawasan Bendungan Jatigede dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang aman dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Editor : Ahmad Sayuti