Atletico 0-2 Man United: Setan Merah Terbelah

RUANG ganti Manchester United diguncang friksi hebat usai kekalahan melawan tuan rumah Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano, Rabu (14/10)

Atletico 0-2 Man United: Setan Merah Terbelah
Net

Oleh: Bsafaat

Papan skor kembali mempertontonkan kenyataan pahit bagi para fans Setan Merah. Untuk kelima kalinya secara beruntun, tim kesayangan mereka keok. Kali ini, dua gol tanpa balas di kandang Atletico.

Lorong stadion menuju ruang ganti tim seolah pengap dipenuhi kekecewaan. Lisandro Martinez berdiri dengan wajah penuh kekecewaan. Dia seperti hendak menumpahkan sesuatu yang lama terpendam.

Bek tengah berjuluk The Butcher ini biasanya melampiaskannya dengan tekel-tekel tegas di lapangan. Namun malam itu, tatapannya menyiratkan sesuatu yang jauh lebih berat dari sekadar kelelahan fisik.

Ada luka mendalam melihat fondasi luar biasa yang ia dan rekanrekannya bangun musim lalu seolah runtuh begitu saja.

Ketika mikrofon Prime Video disodorkan ke arahnya, Martinez tidak memilih jalur aman. Ia menolak bersembunyi di balik klise sepak bola. Dengan suara tertahan namun tajam, ia melepas topeng diplomatisnya.

“Performa kami sangat buruk, sangat buruk,” ucap Martinez, berusaha menjaga intonasi suaranya tetap stabil meski matanya menyala.

“Saya harus menahan diri, tetapi terkadang situasi ini mencerminkan kondisi klub kita saat ini.” Kritik Martinez malam itu melesat lurus, melewati batas ruang ganti, melompati kepala sang pelatih Michael Carrick, dan mendarat tepat di jajaran direksi klub. Secara spesifik, tertuju pada Direktur Teknik, Jason Wilcox.

Di bursa transfer musim panas, manajemen dinilai abai memperkuat kedalaman skuad untuk bertarung di level tertinggi Eropa. Sementara tim-tim rival terus berbenah dengan amunisi baru, United tampak berjalan di tempat.

“Saya mengharapkan investasi yang lebih besar. 100 persen,” tegas Martinez tanpa ragu.

“Mudah saja menyalahkan pelatih, mudah menyalahkan pemain setelah malam seperti ini.

Tapi, kita juga harus melihat area lain. Anda tidak bisa terus-menerus mengganti manajer lagi dan lagi.” Ada simpati yang mendalam dalam pembelaannya terhadap Michael Carrick. Martinez tahu betul betapa rapuhnya posisi seorang pelatih saat badai krisis datang menerpa.

Sebagai salah satu pemimpin vokal di tim, Martinez memilih memasang badannya untuk Carrick, sekaligus menuntut pertanggungjawaban dari mereka yang duduk nyaman di kursi atas.

Namun, kejujuran brutal ini segera memicu pro dan kontra.

Legenda klub seperti Wayne Rooney bereaksi keras, menilai kritik terbuka Martinez di depan media bisa memicu keretakan internal yang lebih parah di ruang ganti.

Sementara itu Carrick mengaku belum mengetahui komentar pedas Lisandro Martinez ke petinggi klub.

Di sisi lain, dia menilai bek asal Argentina itu melampiaskan emosi karena kecewa kalah dari Atletico Madrid.

“Saya belum melihatnya.

Setelah pertandingan seperti ini, Anda datang ke sini untuk mencoba mendapatkan sesuatu dari pertandingan dan Anda kecewa dan bisa emosional,” kata Carrick kepada Amazon Prime.

Carrick menilai Martinez sebagai salah satu pemain yang paling peduli dengan situasi tim. Dia memastikan apa yang diucapkan si pemain murni didasari kepedulian.

“Saya belum melihatnya, jadi saya rasa ini bukan waktu yang tepat. Kami semua peduli dan menunjukkannya dengan cara yang berbeda, tetapi sekaranglah saatnya untuk bersama dan menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya. (bsf)

DATA FAKTA | Waktu: Rabu (14/10) ; Kick Off Pukul 02.00 WIB | Tempat: Stadion Wanda Metropolitano | Wasit: G Nyberg | Man of the Match: P Barrios
Pencetak Gol: Atletico (Barrios 1’, Lookman 79’) ; Man United (-) | Kartu Kuning: Atletico (Le Normand, D Simeone) ; Man United (M Rashford) | Kartu Merah: Man United (L Yoro)


Editor : Inilahkoran