Babak Akhir Penataan Kali Sukalila

Babak Akhir Penataan Kali Sukalila
DITATA: Proyek penataan kawasan Kali Sukalila, Kota Cirebon, masih berlangsung dan memasuki tahap akhir.(INILAH/MAMAN SUHARMAN)

INILAH, Cirebon- Penataan kawasan Kali Sukalila, Kota Cirebon terus dikebut. Pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian jalur pedestrian dan pembangunan area parkir bus pariwisata.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (14/10) sejumlah pekerja masih melakukan pengerjaan trotoar dan fasilitas parkir.

 Kedua sarana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Sukalila agar lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.

Pembangunan fasilitas tersebut mendapat respons positif dari pelaku usaha di sekitar kawasan.

Pemilik Toko Oleh-oleh DAUD, Daud Mulyanto, menilai penataan Sukalila dapat memberikan dampak terhadap perkembangan usaha, khususnya sektor perdagangan oleh-oleh khas Cirebon.

Menurut Daud, perubahan wajah kawasan tersebut membuat lingkungan pertokoan terlihat lebih menarik. Kondisi itu sekaligus mendorong pemilik usaha untuk ikut memperbaiki tampilan tempat usahanya.

“Dengan ditata seperti ini, Sukalila menjadi lebih bagus. Toko juga jadi kelihatan lebih menarik. Saya otomatis menata tokonya lebih bagus,” kata Daud saat ditemui di tempat usahanya.

Daud mengaku, keberadaan area parkir bus pariwisata menjadi salah satu fasilitas yang paling dinantikan. Pasalnya, lokasi parkir yang berada di depan tempat usahanya dinilai dapat mempermudah akses rombongan wisatawan yang hendak berbelanja.

Selama ini, ketersediaan lahan parkir menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang kunjungan wisatawan, terutama mereka yang datang menggunakan kendaraan berukuran besar.

"Saya sangat bersyukur sekali ada tempat parkir di depan Toko DAUD ini, sangat menunjang sekali untuk pariwisata, bus-bus bisa masuk ke situ," ujarnya.

Kendati menyambut baik pembangunan tersebut, Daud mengingatkan pentingnya kejelasan sistem pengelolaan parkir setelah fasilitas selesai dibangun.

Ia mengaku hingga kini belum mengetahui mekanisme operasional maupun pihak yang nantinya bertanggung jawab mengelola area parkir bus pariwisata tersebut.

Daud berharap Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan sistem pengelolaan yang profesional, termasuk memastikan tarif parkir diterapkan sesuai ketentuan sehingga tidak merugikan wisatawan.

“Sebaiknya dikelola pemerintah daerah atau disewakan kepada pihak swasta secara profesional,” katanya. (maman suharman)


Editor : Inilahkoran