Babak Baru Langkah Polri
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Babak baru kepemimpinan Polri dimulai di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Jenderal Pol Suyudi Ario Seto resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Sementara Komjen Pol Wahyu Hadiningrat dipercaya menjadi Wakapolri.Tak lama setelah dilantik, Suyudi langsung berbicara tentang pekerjaan yang menantinya. Konsolidasi internal, peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, hingga upaya mendekatkan polisi dengan masyarakat menjadi sejumlah agenda yang ia tekankan.
Namun sebelum menentukan langkah, Suyudi mengatakan akan terlebih dahulu “belanja masalah” ke seluruh divisi di internal Polri. Langkah itu dilakukan untuk memetakan persoalan dan menentukan mana yang harus segera diselesaikan.
“Tentunya kami akan mengedepankan upayaupaya peningkatan pelayanan publik ya, kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat dengan masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami, yaitu Polisi Bersama Masyarakat,” kata Suyudi seusai pelantikan, seperti dikutip dari ANTARA Bagi Suyudi, kedekatan polisi dengan masyarakat bukan sekadar slogan.
Polisi harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan dan memberikan jawaban atas persoalan yang mereka hadapi.
Di dalam tubuh Polri sendiri, dia menyiapkan agenda reformasi internal.
Pemetaan masalah akan menjadi bagian awal sebelum menentukan langkah prioritas dalam kerangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta grand strategy Polri.
“Kami akan melihat, kami akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkahlangkah yang kami anggap penting ya menjadi prioritas kami. Tentunya dalam kerangka harkamtibmas dan juga sesuai dengan grand strategy Polri,” ujarnya.
Grand strategy tersebut, kata Suyudi, telah dituangkan dalam peta jalan kebijakan yang mencakup program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Ada pula pesan khusus dari Presiden Prabowo.
Suyudi menyebut sejumlah kejahatan menjadi perhatian, antara lain narkotika, penyelundupan, judi online, serta aksi-aksi yang meresahkan masyarakat.
Agenda kepemimpinan baru itu datang bersamaan dengan pesan dari orang yang sebelumnya berada di kursi Kapolri.
Listyo Sigit, yang memimpin Polri sejak 27 Januari 2021 hingga 1 Oktober 2026, meminta Suyudi menjaga amanah sebagai pimpinan institusi kepolisian.
Ia mengatakan tantangan tugas kepolisian semakin kompleks seiring dinamika situasi global.
“Kami titipkan kepada Beliau untuk menjaga amanah besar sebagai pimpinan Polri untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Listyo.
Menurut Listyo, pekerjaan rumah kepolisian telah dirangkum dalam grand strategy Polri. Peta jalan itu menjadi dasar untuk menjalankan program jangka pendek, menengah, hingga panjang. Dia juga menyatakan mendukung langkah Suyudi dalam memimpin Polri.
“Saya mendukung penuh apa yang dikerjakan oleh beliau, karena saya yakin bahwa beliau memiliki kemampuan, memiliki kompetensi untuk bisa memimpin institusi Polri tercinta ini,” ujar Listyo.
Pesan tersebut disambut Suyudi dengan ucapan terima kasih. Dia menyebut Listyo telah membimbing dan memberikan banyak hal dalam perjalanan kariernya hingga berada di posisi tersebut.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah membimbing dan juga memberikan banyak hal dalam karier kami ya sehingga kami bisa di titik ini,” kata Suyudi.
Dukungan juga datang dari mantan Wakapolri Jenderal Pol. Dedi Prasetyo.
Ia mengatakan para senior Polri akan tetap memberikan dukungan kepada Suyudi dan Wahyu dalam memimpin institusi tersebut.
“Insyaallah di bawah kepemimpinan Pak Suyudi Pak Kapolri, dan Pak Wakapolri Pak Wahyu, insyaallah Polri akan menjadi semakin lebih baik,” kata Dedi.
Pergantian pucuk pimpinan Polri itu berlangsung dalam rangkaian perubahan sejumlah jabatan pemerintahan. Listyo Sigit kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sementara Dedi Prasetyo mendapat penugasan sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara Wahyu sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Polri.
Menariknya, Suyudi mengaku baru menerima informasi mengenai penunjukannya sebagai calon Kapolri pada Kamis pagi.
Setelah menerima informasi tersebut, ia langsung mempersiapkan diri untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI.
“Kami baru mendapatkan informasi tadi pagi sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan paparan proper test ya,” kata Suyudi.
Uji kepatutan dan kelayakan berlangsung sekitar 30 menit dan berakhir dengan persetujuan secara aklamasi. Persetujuan tersebut kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR RI dan disetujui sebelum pelantikan di Istana Negara.
Suyudi mengatakan dirinya bahkan belum mengetahui pencalonan tersebut ketika mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara pada Selasa (29/9).
Saat itu, ia masih berstatus Kepala BNN. Rapat membahas sejumlah persoalan terkait rehabilitasi pengguna narkotika, kapasitas lembaga pemasyarakatan yang mengalami kelebihan penghuni, hingga peredaran narkotika di dalam lapas.
Kini, persoalan-persoalan tersebut menjadi bagian dari lanskap tugas barunya. Dari konsolidasi internal hingga pelayanan publik, dari penegakan hukum hingga pemberantasan narkotika dan judi online, Suyudi memasuki masa kepemimpinan dengan agenda yang cukup panjang. (gin)
Editor : Inilahkoran

