Bahagia di Ruang Baca
MENGUBAH perpustakaan daerah menjadi tempat yang asyik, nyaman, dan bikin betah adalah impian Bupati Cirebon, Imron.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Maman Suharman
Bagi Imron, perpustakaan zaman sekarang tidak boleh lagi kaku atau sekadar jadi tempat pinjam-buku yang sepi.
Dia berniat menyulapnya menjadi ruang publik yang hidup, bahkan lengkap dengan fasilitas kafe atau warung tempat bersantai.
"Ternyata perpustakaan milik pemda ada kafe dan warungnya. Jadi, setiap orang yang datang ke sini tidak sekadar membaca buku. Inilah yang harus didesain—bagaimana orang datang ke sini ada kesenangan dan kegembiraan, sambil membaca sehingga mendapatkan ilmu," ujar Imron dengan antusias saat menghadiri Festival Literasi Kabupaten Cirebon, Rabu (23/9).
Bagi Imron, membaca adalah kunci kesejahteraan. Jika ingin masyarakat maju dan hidup tenang, rumusnya sederhana: masyarakatnya harus pintar, dan itu dimulai dari buku.
Namun, lanjutnya, kebiasaan baik ini tidak bisa tumbuh sendirian. Dia harus dipupuk sejak dini dari lingkungan paling hangat, yaitu keluarga, di ana orang tua menjadi contoh nyata bagi anak-anak mereka.
“Kami mengapresiasi kegiatan lomba literasi ini. Kalau masyarakat ingin sejahtera, ingin tenang, dan negara ingin maju, rumusnya satu, yaitu masyarakatnya harus pintar,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Bunda Literasi Kabupaten Cirebon, Nunung Roosmini Imron, mengingatkan bahwa di era digital ini, makna literasi sudah jauh berkembang.
Literasi bukan lagi sekadar mengeja kata di atas kertas, melainkan kemampuan berpikir kritis, menyaring derasnya informasi, kreatif berkarya, hingga bijak menggunakan teknologi.
Semangat baru inilah yang sedang dirayakan dalam Festival Literasi Kabupaten Cirebon 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 22 hingga 24 September 2026 ini menyuguhkan berbagai kegiatan menarik untuk mendekatkan buku dan ilmu ke hati masyarakat.
Dia menjelaskan, sejumlah kegiatan digelar, di antaranya Literasi Run, kampanye literasi, pembagian buku gratis, baca buku bersama, read aloud, bazar buku, talkshow, pameran literasi, storytelling dan berbagai perlombaan.
“Di tengah derasnya informasi dan perkembangan teknologi, anak-anak harus dibekali kemampuan berpikir kritis dan memilah informasi. Melalui Festival Literasi ini, kami ingin menumbuhkan budaya membaca sekaligus kreativitas anak-anak,” kata Nunung.
Sedangkan Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon M. Fery Afrudin mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan minat dan budaya baca sekaligus memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar, berkarya dan berkolaborasi.
“Festival ini juga memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar, berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi,”pungkasnya. (bsf)
Editor : Inilahkoran

