Bahas Gol Kontroversial Dewa United, Akun Resmi Liga Diserbu Warganet
Hal ini dipicu oleh postingan yang menanyakan opini publik terkait gol kontroversial Dewa United ke gawang Persib Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Unggahan terbaru akun resmi kompetisi sepak bola kasta tertinggi, BRI Super League, mendadak jadi sasaran empuk kemarahan warganet.
Hal ini dipicu oleh postingan yang menanyakan opini publik terkait gol kontroversial Dewa United ke gawang Persib Bandung pada laga Senin malam 20 April 2026.
Alih-alih mendapatkan jawaban tenang, kolom komentar justru dibanjiri ribuan kritik pedas dari suporter yang merasa otoritas liga sedang "melempar tanggung jawab" kepada netizen.
Netizen Geram: "Malah Lempar ke Netizen, Analisa VAR-nya Mana?"
Kekecewaan publik memuncak karena dalam laga tersebut teknologi Video Assistant Referee (VAR) sudah digunakan, namun tetap mengesahkan gol yang secara visual terlihat sudah melewati garis lapangan. Keputusan akun resmi untuk menanyakan kembali status bola tersebut dinilai sebagai langkah yang tidak profesional.
Salah satu komentar yang paling banyak mendapatkan dukungan datang dari akun kami.roni:
"Lah, malah lempar ke netizen, analisa VAR-nya mana? cuci kaki sebelum maen bola," tulisnya di kolom komentar yang kini telah disukai ribuan orang.
Sentimen serupa juga diungkapkan oleh akun syifafsy_ yang mempertanyakan efektivitas teknologi mahal tersebut:
"Gunanya ada VAR buat apa ya min? Kok gak digunain dikasih teknologi canggih, tapi wasitnya plenger percuma ya, kaya sia-sia," ungkapnya penuh kekecewaan.
Selain kritik serius, tidak sedikit warganet yang meluarkan sindiran bernada sarkasme terkait keputusan wasit yang menganggap bola belum keluar 100 persen. Beberapa netizen menyindir bahwa standar "keluar" bagi wasit semalam sangatlah tidak masuk akal.
"Selama bola belum keluar dari Banten gak bakalan out min," tulis akun dedenmulyana94.
Sindiran lain juga muncul dari akun dimasstefa yang berkomentar, "Itu belum keluar soalnya belum ngelewatin Selat Hormuz."
Editor : Firda Rachmawati

