Ini Beberapa Poin Terkait dengan Konsep Guru Merdeka Yang Diusung PGRI Kota Bandung
PGRI Kota Bandung menyebutkan beberapa poin yang dikeluarkan sebagai konsep Guru Merdeka dalam paradigma pembaruan pendidikan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Untuk menyongsong produk pendidikan baru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai sebuah entitas pendidikan menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan paradigma mindset kebaruan seperti konsep Guru Merdeka.
Melihat hal tersebut, Ketua PGRI Kota Bandung Cucu Saputra menyampaikan, ada beberapa poin terkait dengan konsep Guru Merdeka.
Pertama, lanjut Ketua PGRI Kota Bandung Cucu Saputra, konsep Guru Merdeka, yakni guru harus memiliki mindset bahwa kurikulum lebih sederhana dan mendalam serta lebih fokus pada materi essential. Selain itu guru dapat mendesain pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Baca Juga: Tahun Pelajaran Baru 2022-2023 Sudah Ada Didepan Mata, Ini Pesan Ketua PGRI Kota Bandung
Kedua, guru dan peserta didik harus lebih merdeka, artinya banyak pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa dengan pelayanan pembelajaran (mendidik, mengajar dan melatih) yang terbaik.
Ketiga, guru tidak boleh permisif namun harus sangat akomodatif untuk membuat sebuah perubahan terbaik dengan kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keempat, guru harus relevan dan interaktif serta memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengeksplorasi issue-issue yang aktual melalui projek dan melakukan penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang diawali oleh asessmen diagnostik.
Baca Juga: PGRI Kota Bandung Nilai Persoalan Narkoba Merupakan Tanggung Jawab Bersama
"Agar delivery materi pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan awal peserta didik masing-masing," ujar Cucu Saputra, Selasa 26 Juli 2022.
Dia menambahkan, selain itu projek penguatan profil pelajar Pancasila yang mengarah kepada issue-issue masalah kontekstual yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah.
Dalam hal ini posisi guru sebagai jembatan penghubung antara dunia teori dengan praktik. Guru jangan terjebak dalam tugas-tugas yang memberatkan, yang berimplikasi pada rendahnya pelayanan kepada para peserta didik.
Baca Juga: Dukung Pelaksanaan PTM di Kabupaten Cirebon, Kosgoro dan PGRI Gelar Vaksinasi Pelajar
"Peran Kepala sekolah diharapkan tidak terjebak pada aspek-aspek managerial yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat penunjang. Kepala sekolah harus berorientasi pada pembelajaran, menjadi supervisor yang baik," imbuhnya.
Sehingga, lanjut dia, ada orientasi terhadap perkembangan pembelajaran, perkembangan dan minat bakat siswa.
Membangun sekolah sebagai sebuah lingkungan yang kondusif dalam mendukung hadirnya produk pendidikan yang berkualitas.
"Adapun untuk orang tua harus membangun kerja kolaborasi dan sinergitas dengan satuan pendidikan, bersama memetakan harapan dan usaha nyata dalam menghantarkan para peserta didik ke dunia yang diharapkannya," tegas Cucu Saputra. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran

