Banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung Siapkan Danau Retensi 10 Hektare di Tegalluar
Pemkab Bandung menyiapkan pembangunan danau retensi seluas sekitar 10 hektare di Desa Tegallua sebagai upaya memperkuat pengendalian banjir Bojongsoang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung menyiapkan pembangunan danau retensi seluas sekitar 10 hektare di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang sebagai upaya memperkuat pengendalian banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan di kawasan Bojongsoang dan sekitarnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, proyek danau retensi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi genangan di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
"Insyaallah kita siapkan pembangunan danau sekitar 10 hektare di Tegalluar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi banjir di Bojongsoang," kata Dadang, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan normalisasi sungai. Untuk itu, Pemkab Bandung mendorong kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, legislatif, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Dadang menjelaskan, selama ini kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dalam penataan Sungai Cikeruh dan Sungai Citarik terbatas pada normalisasi dan penanganan di radius sekitar 300 meter di sisi kiri dan kanan sungai.
Untuk melanjutkan penanganan di luar kewenangan tersebut, kata dia, dukungan dari anggota DPR RI menjadi salah satu solusi agar program pengendalian banjir dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
"Anggota DPR RI siap membantu melanjutkan penanganannya di luar kewenangan BBWS melalui kolaborasi pentahelix. Ini menjadi langkah yang sangat baik agar penanganan banjir bisa lebih menyeluruh," ujarnya.
Pembangunan danau retensi di Tegalluar diharapkan menjadi infrastruktur pengendali banjir baru yang mampu menampung limpasan air saat debit Sungai Cikeruh dan Sungai Citarik meningkat, sehingga intensitas genangan di kawasan Bojongsoang dapat berkurang.
Editor : Doni Ramdhani
