Bantuan APE untuk PAUD

Bantuan APE untuk PAUD
SERAHKAN APE: Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin (empat kiri) menyerahkan alat peraga edukatif (APE) kepada perwakilan pengelola PAUD.(ANTARA/HO-PEMKOT JAKPUS)

INILAH, Jakarta - Ayunan, papan seluncur, karpet bermain, hingga angklung bukan sekadar pelengkap ruang belajar anak usia dini. Berbagai alat peraga edukatif itu menjadi bagian dari proses anak mengenal lingkungan, melatih keberanian, serta mengembangkan kemampuan melalui kegiatan bermain.

Kesempatan tersebut kini diharapkan semakin terbuka bagi anak-anak di Jakarta Pusat. Sebanyak 28 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di empat kecamatan menerima bantuan alat peraga edukatif (APE) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menunjang kegiatan belajar dan bermain.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas kebutuhan yang disampaikan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) pada 2025. Pemerintah berharap dukungan sarana pembelajaran ini dapat membantu lembaga PAUD meningkatkan kualitas layanan, terutama bagi sekolah yang selama ini masih memiliki keterbatasan fasilitas.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, penyediaan sarana pembelajaran merupakan bagian dari investasi untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Dukungan terhadap sarana pembelajaran di lembaga PAUD menjadi investasi penting bagi masa depan sumber daya manusia Jakarta Pusat,” kata Arifin seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (21/10).

Menurut Arifin, PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak. Pada tahap ini, proses belajar tidak hanya berlangsung melalui pengenalan huruf dan angka, tetapi juga melalui aktivitas yang merangsang perkembangan fisik, pikiran, serta kemampuan berinteraksi.

Alat peraga edukatif menjadi salah satu sarana untuk mendukung proses tersebut. Permainan yang dirancang sesuai kebutuhan anak dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, sosial, dan emosional melalui pengalaman yang menyenangkan.

Dari 28 lembaga penerima bantuan, lima lembaga memperoleh alat peraga untuk kegiatan luar ruangan atau outdoor, sedangkan 23 lainnya menerima perlengkapan untuk kegiatan dalam ruangan atau indoor. Bantuan yang diberikan mencakup berbagai fasilitas bermain dan belajar, mulai dari ayunan dan papan seluncur hingga karpet bermain, angklung, serta alat permainan lainnya.

Bagi lembaga yang memiliki keterbatasan sarana, tambahan fasilitas tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak untuk belajar melalui kegiatan yang beragam. (gin)


Editor : Inilahkoran