Bekas Rumah Sakit Disiapkan Jadi Sekolah

Bekas Rumah Sakit Disiapkan Jadi Sekolah
FASILITAS PENDIDIKAN: Kadisdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menjelaskan soal rencana mengubah bekas RSUD Soreang lama menjadi fasilitas pendidikan SMPN 5 Soreang.(INILAH/ DANI R NUGRAHA)

INILAH, Bandung - Bangunan yang pernah menjadi tempat warga mencari kesembuhan kini disiapkan untuk menjalankan peran berbeda. Gedung bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang yang lama direncanakan menjadi rumah baru bagi SMPN 5 Soreang,.

Selama sekitar empat tahun, sekolah tersebut menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di gedung sekolah dasar. Perubahan fungsi bangunan milik Pemerintah Kabupaten Bandung itu menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan ruang belajar di Kecamatan Soreang.

Di tengah keterbatasan daya tampung SMP negeri, keberadaan gedung tersebut membuka peluang bagi lebih banyak anak untuk mengakses pendidikan tanpa harus pergi ke kecamatan lain.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, SMPN 5 Soreang bahkan telah meluluskan satu angkatan meski belum memiliki gedung sendiri. Karena itu, penyediaan fasilitas permanen menjadi kebutuhan yang perlu segera ditangani.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung sedang mengupayakan fasilitas gedung sekolah. Salah satunya memanfaatkan aset daerah berupa gedung bekas RSUD Soreang,” kata Asep, Rabu (21/10).

Bangunan tersebut dinilai masih layak dimanfaatkan. Setelah pelayanan kesehatan dipindahkan ke RSUD Otto Iskandardinata (Otista), gedung lama masih memiliki konstruksi yang dapat digunakan kembali. Pemerintah daerah pun berencana menata ulang ruang-ruang di dalamnya agar sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar.

Ruang kelas, ruang guru, laboratorium, hingga fasilitas penunjang lainnya menjadi bagian dari rencana penataan. Pada 2026, melalui anggaran perubahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengupayakan tahap awal pengembangan fasilitas tersebut.

Perencanaan lebih luas masih disiapkan, termasuk penghitungan detail desain atau Detail Engineering Design (DED). Pemerintah berharap bangunan itu dapat dikembangkan dengan konsep ruang kelas yang optimal dan sesuai kebutuhan sekolah.

“Untuk DED keseluruhan masih kita hitung. Mudah-mudahan SMPN 5 Soreang ini bisa disiapkan dalam konsep kelas prototipe yang optimal,” ujarnya.

Potensi pengembangan gedung bekas rumah sakit itu cukup besar. Asep menyebutkan, bangunan tersebut memungkinkan dikembangkan hingga memiliki 33 ruang kelas. Dengan kapasitas rata-rata 32 siswa per kelas, sekolah itu diperkirakan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.

(dani r nugraha/gin)


Editor : Inilahkoran