Lawan Kemiskinan lewat Pendidikan

Lawan Kemiskinan lewat Pendidikan
RANTAI KEMISKINAN: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menegaskan, Sekolah Rakyat harus memutus mata rantai kemiskinan.(INILAH/DANI R NUGRAHA)

INILAH, Bandung - Sekolah bukan sekadar tempat anak-anak menimba ilmu. Bagi keluarga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, pendidikan juga bisa menjadi jalan untuk mengubah masa depan. Harapan itulah yang kini disematkan pada pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat harus membawa dampak nyata bagi keluarga miskin. Terlebih, sekitar 200.000 warga Kabupaten Bandung masih masuk kategori miskin. Kondisi tersebut membutuhkan langkah yang tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Hailuki menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Soreang yang menjadi aset pemerintah pusat dan di Ciwidey yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bandung. Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN).

“Kami berkomitmen mendukung penuh pendirian Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, baik yang menjadi aset pusat di Soreang maupun aset Pemerintah Kabupaten Bandung di Ciwidey,” kata Hailuki di Soreang, Rabu (21/10).

Dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas tujuh hektare untuk Sekolah Rakyat di Ciwidey. Selain itu, disiapkan anggaran pembangunan jalan akses dan tembok penahan tanah untuk mengantisipasi potensi longsor.

Sementara itu, dukungan terhadap fasilitas Sekolah Rakyat di Soreang diarahkan pada perbaikan saluran air di kawasan permukiman sekitar. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah limpasan air ketika hujan agar tidak menggenangi rumah warga.

Namun, bagi Hailuki, pembangunan gedung dan penyediaan infrastruktur baru merupakan bagian awal dari upaya yang lebih besar. Hal terpenting ialah memastikan anak-anak yang memperoleh manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang paling membutuhkan.

(dani r nugraha/gin)


Editor : Inilahkoran